Saat itu musim dingin di Makkah..
Suatu hari, sepulang dari mengajar, Syaikh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki sedang duduk beristirahan di rumahnya.
Terbersit dalam hatinya "Di malam yang dingin ini, sepertinya sangat nikmat jika ada nasi kebuli hangat untuk dimakan" (kurang lebih seperti itu)
Sekejap kemudian, tiba-tiba ada sesorang mengetuk pintu rumah, ternyata ia adalah keponakan Syaikh Sayyid Muhammad Alawi, membawakan nasi kebuli yang baru saja dimasak.
Lalu apa yang terjadi? Syaikh Sayyid Muhammad Alawi justru malah tersungkur menangis di pintu rumahnya seraya berkata : "Ya Allah.. Jika saja tadi terbersit dalam hatiku agar dosa-dosa ku diampuni, bukan terbersit menginginkan nasi kebuli." Dan ini adalah do'a memohon ampunan yang dipanjatkan oleh Imran, dan diabadikan oleh Allah di Al Qur'an-Nya
رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa waqinaa 'adzaaban naar. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka (Q.S Ali Imran ayat 16).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar