Rabu, 25 Juli 2018

Malam

Gema azan bersahutan...
Memanggil beriringan.
Membawa senja pulang berganti malam.

Gelap pun datang, tapi tidak sendirian,
Hadir bersama ribuan bintang
Mendekap hangat dalam tiap kerlipan

Kau

Kamu...
Yang manis dikenang, namun pahit diulang

Hidup

Menganalogikan kehidupan secara anomali...

Kadang, perspektif kita berbeda dalam deskripsi

Mancing

Meredup cahaya matahari...
Senja datang lagi.

Dipinggir danau menunggu gelap
Secangkir kopi digelas plastik
Menanti ikan memakan umpan

#DanauBTR

Senja

Senja datang lagi,
Seperti kemarin diwaktu sama,
Tak ada perbedaan.
Hanya waktu yg terus berjalan...

Tetap setia menunggu...disini
Hingga malam datang, memanggil pulang.

#MancingLagiJa

Hati

Untuk hati yang tak lelah menunggu, semoga lekas disemogakan segala hajatmu

Ikhlas

Dan kalian belum sepasrah dedaunan,
Seikhlas debu debu jalanan, Serela bumi yang kita pijak ini,
Lalu tiba tiba merasa paling islam sendiri...

#KopiSore

Makna cinta

Ketika cinta tak lagi tahu maknanya
Dan rindu berbayang tak jelas tujunya
Kembalilah berlabuh

Tuhan pemilik sebaik2 tempat berteduh

Buaian

Dalam buaian sajak sufi
Munajatku tak kunjung menepi
Terlelap dalam dekapan sunyi
Memuisi pada kalimat yg sepi
Aku ingin terhempas landas tanpa bunyi.
Memeluk erat cahaya cinta Ilahi.

Katamu

Katamu, cinta tak ada lagi
Ketika nasibmu terasa terkunci

Katamu, hidup tak guna lagi
Saat beban berat tak kuat lagi

Langit tetap sama dari zaman adam
Bumi tetap setia dan ikhlas sampai sekarang

Bergegaslah, diberanda jiwa tuhan menunggu

Rindu

Kabut tak pernah mengeluh,
Tentang embun yg terlanjur jatuh,
Pun rindu yang semakin berguguran,
Seiring jarak yg selalu kau panjangkan.