Kamis, 17 Desember 2020

Doa agar doa trkabul


لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

“Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin asaluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii zanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin”.

Artinya:

"Tiada ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

KepadaMu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.

Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan.

Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang."


Rabu, 16 Desember 2020

Doa nurbuat

Doa Nurbuat


Berikut ini adalah doa yang bisa dihapalkan dan diamalkan pada doa nurbuat :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ
وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ
طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

Allaahumma dzis-sultaanil-‘aziimi wa dzil-mannil-qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit-taammati wadda’awaatil-mustajaabaati ‘aaqilil-hasani wal-husaini min anfusil-haqqi ‘ainil-qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil-jinni wal-insi wasy-syayaatiin,

Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnuunuw wa maa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wa mustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wa waritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimas-salaam, al-wuduudu dzul-‘arsyil-majiid.

Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbibnii lin-naasi ajma ‘iina ...(nama target)...wa tabaa ‘adil-‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyaw wa yahiqqal-qaulu ‘alal-kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.


Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wa salaamun ‘alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.


Artinya :
Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasia banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa, serta orang-orang yang melihat dari pandangan para jin, manusia dan juga setan.


Sesungguhnya orang yang kafir itu adalah orang yang menjerumuskan kamu dengan pandangan dari mereka, ketika mendengar Al Quran dan mereka pun berkata, “ Sesungguhnya Muhamad adalah orang yang gila. Al quran hanyalah peringatan untuk setiap umat. Wahay yang Dia yang memperkenankan melalui Al quran yang sangat agung. Sulaiman dan juga Daud dan Dia yang Maha Pengasih, sebagai Pemilik Arasy yang Mulia.


Maka panjangkanlah umurku, sehatkanlah tubuhku, tunaikanlah segala yang kuperlukan, dan perbanyakanlah harta dan anakku, jandikanlah aku orang yang terhindar dari segala permusuhan dari anak-anak adam yang masih hidup. Pastikan ketetapan atau azab untuk orang-orang yang kafir. Karena sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Kuasa akan segala sesuatu.


Maha suci Tuhanmu, yaitu Maha yang memiliki kebesaran, dari apapun yang (mereka) gambarkan yaitu orang-orang kafir, dan melimpahlah kesejahteraan pada para Rasul, dan segala puji Bagi Allah pemilik Alam Semesta.


Senin, 14 Desember 2020

Ayat 15

AYAT LIMA BELAS DAN KHASIATNYA


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



1. Mendaapat Ampunan Dosa

 .لم.اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوم.

 Alif laam miim, Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum.

Artinya : “Alif laam miim, Allah – tidak ada Tuhan kecuali Dia. Yang hidup kekal dan teru-menerus mengurus makhluk-Nya. Yang menegakkan keadilan. Itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling ?” (Ali Imran (3) : 1, 2, 18 dan Al An'aam (6) : 95).)

Khasiatnya : Apabla ayat ini dibacakan kepada orang sakit terus menerus, maka Allah ajan memberi ampunan.

2. Hasil Hajat.

قَائِمًا بِالْقِسْطِ ذَلِكُمُ اللهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ 

Qaa Iman bilqisthi dzaalikullaahu fa-annaa tufakuuna

Artinya : Yang menegakkan keadilan, yang mempunyai sifat-sifat demikian adalah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?)

Khasiatnya: Apabila ayat tersebut dibaca terus menerus pada malam hari, maka mempunyai keajaiban, bahwa orang yang mempunyai hajat dan belum berhasil maka Allah akan cepat menghasilkan hajatnya orang yang membacanya. 

3. Pengasih Semua Orang

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الأرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ  الْمَوْتَى بَلْ لِلَّهِ الأمْرُ    جَمِيعًا

    Walau anna Qur’aanan suyyirat bihil jibaalu au quththi’at bihil ardhu au kullima bihil mautaa. Ballillaahil amru jamii’aa.

Artinya :  “Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci ) yang gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah oleh karenanya atau orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah”. ( Ar Ra’d (13) : 31 )

Khasiatnya : Jika kamu ingin dicintai Atau sayangi oleh semua orang baik laki laki maupun perempuan atau lawan berganti menjadi kawan, maka bacalah ayat ini 7x (tujuh kali) dan sebutlah nama orang yang dimaksud, insya allah akan berhasil

4. Memberi pelajaran pada orang zalim

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Innamaaamruhuhuu idzaaaraada syai-an anyaquula lahu kun fayakuuna.

Artinya : Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “Jadilah !” maka terjadilah ia ( Yasin (36) : 82 )

Khasiatnya : Jika kamu ingin selamat dari musuh atau ingin melumpuhkannya, maka tulislaah ayat ini pada kertas lalu ditindih dengan batu agar lawan/musuh berubah menjadi kurus, akan tetapi perbuatan ini berdosa.

5. Untuk Menunaikan Segala Hajat

 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alhamdulillaahi rabbil'Aalami ina.

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ( Al Fatihah (1) : 2 )

Khasiatnya : Jika kamu mempunyai hajat yang jelek atau jahat, maka bacalah ayat ini sebanyak 7x sambil menahan nafas, lalu sampaikan hajatnya. Insya Allah, hajatnya akan segera tercapai.

6. Menawarkan Racun

 بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

"  Bal hum fii labsi min khalqin jadiid."

Artinya : “Sesungguhnnya mereka ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.”( Qaaf  (50) : 15 )

Khasiatanya : Jika ada orang yang terkena racun, maka Bacalah ayat tersebut sebanyak 7x pada 7 butir beras atau gandum dalam pinggan putih yang sudah dituangi air. Lalu airnya minumkan dan beras atau gandumnya dimakan oleh orang yang terkena racun, Insya Allah ia akan cepat sembuh.

7. Menawarkan Racun Juga

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Wa huwa ma’akum ainamaa kuntum, wallaahu bimaa ta’maluuna bashiir.

Artinya : “Dan Allah  bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”( Al Hadiid (57) : 4)

Khasiatanya : Bacakan pada air kelapa hijau sebanyak 3x lalu diminumkan airnya pada orang yang terkena racun, Insya Allah ia akan segera sembuh.

8. Untuk terhindar dari marabahaya dan ampunan dosa

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

"Allaahu laa illaaha illaa huwa, wa’alallaahi falyatawakkalil mu’minuun.

      Artinya : 

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah.

 

( At Taghaabun (64) : 13 )

Khasiatnaya : Jika dibaca dengan penuh keikhlasan dalam keadaan berwudlu (tidak berhadas) maka Allah akan mengampuni segala dosanya. Dan jika dibaca ketika akan tidur maka selama tidur akan dilindungi allah dari segala marabahaya kebakaran, maling, pembunuhan, bencana alam dsb, Insya Allah.

9. Untuk keselamatan dari segala marabahaya

 وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ. إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْجَعَلَاللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍقَدْرًا

"  Wa mayyatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuh. Innallaaha balighu am-rih. Qad ja’alallahu likulli syai’in qadraa.

Artinya :  barang siapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” ( At Thalaq (65) : 3)

Khasiatnya : Apabila dibaca akan menjadi tangkal yang ampuh dan jika ayatnya ditulis pada kulit kijang atau harimau kemudian dimasukkan dalam potongan bambu atau tabung lalu ditutup dan dipendam didalam rumah, kantor, gedung atau asrama, pabrik-pabrik, dll,  dengan izin Allah bangunan-bangunan itu akan selamat dari marabahaya apapun. Akan tetapi harus diingat supaya waktu memendam dicarikan tempat yang tidak diinjak-injak manusia (terlindung).

10. Untuk hajat duniawi dan ukhrowi cepat terkabul

وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا

Wa ahaatha bimaa ladaihim wa ashaa kulla syai-in ‘adadaa.
Artinya : Ilmu Allah meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitungkan segala sesuatu satu per-satu.” ( Al Jin  (72) : 28)

Khasiatnaya : Jika ayat ini  dibaca secara terus-menerus maka hajat duniawi dan ukhrowi insya allah segera terlaksana.

11. Untuk meredakan orang yang mengamuk/emosi

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا

Rabbul masyriqi wal maghribi laa ilaaha illaa huwa, fattakhadzhu wakii-laa.

Artinya : (Dia) Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.) 

( Al Muzzamil (73) : 9 )

Khasiatanya : Dibaca pada 7 butir padi kemudian dibawa menghadapi orng yang sedang marah atau mengamuk  maka kemarahan dan kebencianya akan reda dengan sendirinya berkat izin Allah SWT.

12. Untuk hajat agar cepat tercapai

لا يَتَكَلَّمُونَ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا

"

Laa yatakallamuuna illaa man adzina lahur rahmaanu wa qaala shawaabaa.

Artinya : 

“meraka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” 

 

( An Naba’ (78) : 38 )

Khasiatnya : Bagi siapa yang mengamalkan ayat ini (terutama sehabis shalat fardhu) maka segala hajatnya akan cepat ditunaikan oleh Alah SWT.

13. Untuk melumpuhkan perampok dan pembegal

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ.مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

" Min ayyi syai-in khalaqahuu, min nuthfatin khalaqahuu faqaddarah.

Artinya : Dari apakah Allah menciptakan ? Dari setetes mani, Allah menciptakan lalu menentukanya.” ( ‘Abasa (80) : 18-19 )

Khasiatnya : Apabila suatu waktu anda dihadang oleh perampok tidak bersenjata maupun bersenjata maka janganlah bingung atau berputus asa. kemudian ambilllah debu secepatnya kemudian baca ayat sebanyak 7 x  lau tebarkan ke sekeliling. Insya allah dengan kekuasaan allah seketika musuh/perampok akan merasa bingung dan tidak berdaya

14. Melemahkan penguasa jahat dan kejam

    عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

"Idza dzil Arsyil Makiini"

Artinya :  yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy

Khasiatnya : Bacalah 7x sambil menahan nafas ketika berhadapan dengan penguasa lalim kemudian hembuskan pada penguasa tersebut sambil mohon dalam hati agar dilindungi allah dari kejahatannya dan dimudahkan segala urusan dengannya. Ayat ini juga berkhasiat menahan panas.

15. Untuk membuka gembok atau tali ikatan
  وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

Wallaahu min waraa ihim muhithun bal huwa qur aanun majidun fii lauu hin mah fudhin”

Artinya : (padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lohmahfuz.)

Khasiatnya : Ayat yang ke 15 ini sungguh luar biasa dan nyata, barang siapa kehilangan kunci sehingga gemboknya tidak bisa dibuka maka dengan sarana membaca ayat ke 15 sebanyak 21x kemudian hembuskan pada gembok tersebut maka seketika gembok itu akan terbuka dengan izin allah. dengan cara yang sama dapat juga membuka ikatan tali atau rantai. Namun jangan coba coba disalahgunakan sebagai sarana membuka gembok untuk mencuri/mengambil miliki orang lain tanpa izin, sebab tuah keampuhannya tidak akan berfungsi

Al Waqiah

Surat Al-Waqi'ah


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

iżā waqa'atil-wāqi'ah

Apabila terjadi hari Kiamat,


لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ

laisa liwaq'atihā kāżibah
terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
khāfiḍatur rāfi'ah
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).


اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
iżā rujjatil-arḍu rajjā
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,


وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
wa bussatil-jibālu bassā
dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,


فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
fa kānat habā`am mumbaṡṡā
maka jadilah ia debu yang beterbangan,


وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
wa kuntum azwājan ṡalāṡah
dan kamu menjadi tiga golongan,


فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ

fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ

wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,


وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
was-sābiqụnas-sābiqụn
dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).


اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
ulā`ikal-muqarrabụn
Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),


فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
fī jannātin-na'īm
Berada dalam surga kenikmatan,


ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
ṡullatum minal-awwalīn
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,


وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
wa qalīlum minal-ākhirīn
dan segolongan kecil dari orangni -orang yang kemudian.


عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ'
alā sururim mauḍụnah
Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,


مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
muttaki`īna 'alaihā mutaqābilīn
mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.


يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ

yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,


بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِي

bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma'īn
dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,


لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ

lā yuṣadda'ụna 'an-hā wa lā yunzifụn
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,


وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ

wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn
dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,


وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ

wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahụn
dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.


وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
wa ḥụrun 'īn
Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,


كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ

ka`amṡālil-lu`lu`il-maknụn
laksana mutiara yang tersingin impan baik.


جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
jazā`am bimā kānụ ya'malụn
Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.


لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ

lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā ta`ṡīmā
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,


اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
illā qīlan salāman salāma
tetapi mereka mendengar ucapan salam.


وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ

wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn
Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.


فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
fī sidrim makhḍụd
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,


وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
wa ṭal-ḥim manḍụd
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),


وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
wa ẓillim mamdụd
dan naungan yang terbentang luas,


وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
wa mā`im maskụb
dan air yang mengalir terus-menerus,


وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
wa fākihating kaṡīrah
dan buah-buahan yang banyak,


لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ

lā maqṭụ'atiw wa lā mamnụ'ah
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,


وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

wa furusyim marfụ'ah
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.


اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
innā ansya`nāhunna insyā`ā
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,


فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ

fa ja'alnāhunna abkāra 
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan, 


عُرُبًا اَتْرَابًاۙ'
uruban atrābā
yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,


لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
li`aṣ-ḥābil-yamīn
untuk golongan kanan,


ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

ṡullatum minal-awwalīn
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,


وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

wa ṡullatum minal-ākhirīn
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.


وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ

wa aṣ-ḥābusy-syimāli mā aṣ-ḥābusy-syimāl
Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.


فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
fī samụmiw wa ḥamīm
(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,


وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
wa ẓillim miy yaḥmụm
dan naungan asap yang hitam,


لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
lā bāridiw wa lā karīm
tidak sejuk dan tidak menyenangkan.


اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ

innahum kānụ qabla żālika mutrafīn
Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,


وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ

wa kānụ yuṣirrụna 'alal-ḥinṡil-'aẓīm
dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,


وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

wa kānụ yaqụlụna a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn

dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?


اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
a wa ābā`unal-awwalụn
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”


قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
qul innal-awwalīna wal-ākhirīn
Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,


لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
lamajmụ'ụna ilā mīqāti yaumim ma'lụm
pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.


ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ

ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn

Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!


لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
la`ākilụna min syajarim min zaqqụm

pasti akan memakan pohon zaqqum,


فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
fa māli`ụna min-hal-buṭụn

maka akan penuh perutmu dengannya.


فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
fa syāribụna 'alaihi minal-ḥamīm

Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.


فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
fa syāribụna syurbal-hīm

Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.


هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
hāżā nuzuluhum yaumad-dīn

Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”


نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn


Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?


اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
a fa ra`aitum mā tumnụn


Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.


ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ
a antum takhluqụnahū am naḥnul khāliqụn


Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?


نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ

naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn


Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,


عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

'alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta'lamụn

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.


وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ

wa laqad 'alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn


Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?


اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ

a fa ra`aitum mā taḥruṡụn


Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?


ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ

a antum tazra'ụnahū am naḥnuz-zāri'ụn


Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?


لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ

lau nasyā`u laja'alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụnu 

Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,


اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ

innā lamugramụn

(sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,


بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ

bal naḥnu mahrụmụn

bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”


اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ

a fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn

Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?


ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ

a antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn

Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?


لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

lau nasyā`u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurụn

Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?


اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ

a fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn

Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?


ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ

a antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munyi`ụn

Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?


نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ

naḥnu ja'alnāhā tażkirataw wa matā'al lil-muqwīn

Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.


فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ

fa lā uqsimu bimawāqi'in-nujụm

Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.


وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ

wa innahụ laqasamul lau ta'lamụna 'aẓīm

Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,


اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ

innahụ laqur`ānung karīm

dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,


فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ

fī kitābim maknụn

dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),


لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

lā yamassuhū illal-muṭahharụn

tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.


تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.


اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ

a fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an),


وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

wa taj'alụna rizqakum annakum tukażżibụn

dan

kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari

 Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).


فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ

falau lā iżā balagatil-ḥulqụm

Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,


وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ

wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn

dan kamu ketika itu melihat,


وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ

wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,


فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ

falau lā ing kuntum gaira madīnīn

maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),


تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

tarji'ụnahā ing kuntum ṣādiqīn

kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?


فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn

Jika dia (orang yang mati) itu terki masuk yang didekatkan (kepada Allah),


فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ

fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na'īm

maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.


وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn

Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,


فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn

maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).


وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ

wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn

Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,


فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
fa nuzulum min ḥamīm


maka dia disambut siraman air yang mendidih,


وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
wa taṣliyatu jaḥīm


dan dibakar di dalam neraka.


اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn


Sungguh, inilah keyakinan yang benar.


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm


0 bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

Doa surah al waqiah

Alloohumma inna nas aluka bihaqqi suuratil Waaqi'ah
Wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yusarrituha li katsiirin
Bi kholqika Yaa Allooh Yaa Robbal 'Aalamiin
"

Artinya : 

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan kebenaran surat Waqi’ah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan  makhlukMu, ya Allah, ya robbal ‘alamin”


surah ayat 15

Ayat ke 1: Mendapat ampunan dosa.

“Alif laamim, allahu laa ilaaha illallah huwal hayyul qoyyum“

Apabila ayat tsb dibacakan kepada orang yang sakit secara terus menerus maka mempunyai keutamaan bahwa orang yang sakit itu akan mendapat ampunan dosa dari Allah SWT.

Ayat ke 2: Segera Hasil Hajat

“Qaaiman bilqisthi dzaalikumullaahu fa-annaa tukfakuuna“

Apabila ayat tsb dibaca terus menerus pada malam hari, maka mempunyai keajaiban, bahwa orang yang mempunyai hajat dan belum berhasil maka Allah akan cepat menghasilkan hajatnya orang yang membacanya.

Ayat ke 3: Pengasih semua orang

“Walau anna Qur’aanan suyyirot bihil jibaalu auquththi-at bihil ardhu au kullima bihil mauta balillaahil amru jamii-an”

Apabila ingin dicintai oleh semua orang baik laki laki maupun perempuan atau lawan berganti menjadi kawan, maka ayat ke 3 mempunyai daya keampuhan yang tinggi untuk itu bila dibaca 7x (tujuh kali) lalu sebutlah nama orang yang dimaksud, insya allah akan berhasil.

Ayat ke 4: memberi pelajaran pada orang zalim

“Innamaa amruhuu idzaa araada syai an an yaquula lahuu kun fayakuun”

Apabila ayat tersebut ditulis dikertas kemudian ditulis juga nama orang yang zalim, maka mempunyai keanehan setelah tulisan tersebut ditulis lalu ditindih dengan batu maka orang zalim yang dimaksud akan mengalami sakit. Tapi perlu di ingat bahwa perbuatan yang demikian adalah dosa besar sehingga allah akan melaknat ummatnya yang berbuat aniaya dan menyenangi umatnya yang pemaaf.Tangan mencincang bahu memikul, barang siapa berbuat keburukan akan mendapat buah keburukan. Nauzubillah!!!

Ayat ke 5: Untuk menunaikan segala hajat

“Alhamdulillaahi rabbil aalamiin”

mempergunakannya dengan cara dibaca sebanyak 7x sambil menahan nafas, lalu sampaikan hajatnya.

Ayat ke 6: Menawarkan Racun

“Balhum fii labsiin min khalqin jadiidin”

Bacalah ayat ke 6 sebanyak 7x pada 7 butir beras atau gandum dalam bejana mangkuk putih porselin yang sudah dituangi air. Lalu airnya minumkan dan beras atau gandumnya dimakan oleh orang yang terkena racun, dengan izin Allah racun akan akan tawar dengan cepat.

Ayat ke 7: Juga menawarkan racun

“Wahuwa ma-akum ainamaa kuntum wallaahu bimaa ta’maluuna bashiir”

Bacakan pada air kelapa hijau sebanyak 3x lalu diminumkan airnya pada orang yang terkena racun, insya aalh seketika racunnya akan tawar dengan qudrat irodat allah.

Ayat ke 8: Untuk terhindar dari marabahaya dan ampunan dosa

“Innallaaha qawiyyun aziizun. Allaahu laa ilaaha illaa huwa wa alallaahi fal yatawakkalil mu’minun”

Dibaca dengan penuh keikhlasan dalam keadaan berwudlu (tidak berhadas) maka akan diampuni oleh allah dosanya. Dan jika dibaca ketika akan tidur maka selama tidur akan dilindungi allah dari segala marabahaya kebakaran, maling, pembunuhan, bencana alam dsb, insya allah.

Ayat ke 9: Untuk Keselamatan dari Penyakit Menular

“Wamayyatawakkal alallaahi fahuwa hasbuhuu innallaaha balighu amrihi qad ja-alallaahu likulli syai-in qadraan”

Apabila dibaca akan menjadi tangkal yang ampuh dan jika ayatnya ditulis pada kulit kijang atau harimau kemudian dimasukkan dalam potongan bambu atau tabung lalu ditutup dan ditanam pada tengah kampung, desa atau kotamaka seluruh penduduk akan selamat dari penyakit menular. Metode ritual ini mungkin saja jawaban atau dapat juga dijadikan alternatif ditengah hingar bingarnya wabah penyakit menular yang disebabkan virus virus berbahaya yang belum diketahui identitasnya bahkan virus virus berbahaya yang sudah diketahui identitasnya seperti Flu burung,flu babi flu flu lainnya.makanya peninggalan leluhur itu sangat banyak sekali yang harus kita gali dan lestarikan sepanjang sejarah.

Ayat ke 10: untuk hajat duniawi dan ukhrowi cepat terkabul

“Wa ahaatho bimaa ladaihim wa ahshaa kulla syai-in ‘adadan”

Bila dibaca ayat ke 10 ini secara kontiniu maka hajat duniawi dan ukhrowi insya allah segera terlaksana…amiin.

Ayat ke 11: Untuk meredakan orang yang mengamuk/emosi

“Robbul masyriqi wal maghribi laa ilaaha illaa huwa fatta khidzhu wakiila”

Dibaca pada 7 butir padi kemudian dibawa menghadapi orng yang sedang marah atau mengamuk maka kemarahan dan kebencianya akan reda dengan sendirinya berkat izin Allah SWT.

Ayat ke 12: Untuk hajat agar cepat tercapai

“Laa yatakallaamuuna illa man adzina lahu rrahmaanu waqaala shawaaban”

bagi siapa yang mengamalkan ayat ini maka segala hajatnya akan cepat ditunaikan oleh Alah SWT, amiin

Ayat ke 13: Untuk melumpuhkan perampok dan pembegal

“Min ayyi syai in khalaqahuu min nuthfatin khalaqahuu faqaddarahuu”

Dari zaman dahulu hingga sekarang perampokan dan pembunuhan terus saja terjadi dimana mana, bukan saja ditempat tempat yang sepi namun juga ditempat keramaian. nah! ayat yang ke 13 dari 15 ayat ini jawabannya. Apabila suatu waktu anda dihadang oleh perampok tidak bersenjata maupun bersenjata maka janganlah bingung atau berputus asa. caranya serahkan diri pada allah sehingga kita akan timbul keberanian sebab sebelum ajal berpantang mati. kemudian ambilllah debu secepatnya kemudian ayat ke 13 sebanyak 7 x ulang lau tebarkan ke sekeliling. Insya allah dengan kekuasaan allah seketika para pembegal akan kebingungan saling bentrok antara teman sehingga tidak berdaya.

Ayat ke 14: Melemahkan penguasa jahat dan kejam

“Inda dzil arsyil makiini”

Seorang raja, presiden atau para pejabat pemerintah juga penguasa hukum dan penegak hukum selalu kita temukan arogan dan menyombongkan diri atas kekuasaan yang diembannya atau wewenang yang dimilikinya, penyalahgunaan wewenang selalu saja kita temui ketika berhadapan dengan mereka. tanpa mereka sadar atau dalam keadaan sadar menganggap bahwa kekuasaan atau jabatan yang diembannya itu kekal tiada berujung..nau’uzubillah!!! jika anda mengalami seperti ini sebagai antisipasi ayat 14 ini jawabannya. caranya: Bacalah 7x sambil menahan nafas ketika berhadapan dengan penguasa lalim kemudian hembuskan pada penguasa tersebut sambil mohon dalam hati agar dilindungi allah dari kejahatannya dan dimudahkan segala urusan dengannya.

Ayat ke 15: untuk membuka gembok atau tali ikatan

“Wallaahu min waraa ihim muhithun bal huwa qur aanun majidun fii lauu hin mah fudhin”

ayat yang ke 15 ini sungguh luar biasa dan nyata, barang siapa kehilangan kunci sehingga gemboknya tidak bisa dibuka maka dengan sarana membaca ayat ke 15 sebanyak 21x kemudian hembuskan pada gembok tersebut maka seketika gembok itu akan terbuka dengan izin allah. dengan cara yang sama dapat juga membuka ikatan tali atau rantai. 

surah Al Mulk 30 ayat

Quran Surat al-Mulk ‎

تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ‏tabārakallażī biyadihil-mulku wa huwa ‎‘alā kulli syai`ing qadīr

 ‎1. ‏Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, ‏dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, 

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ ‏
allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‎‘amalā, ‏wa huwal-‘azīzul-gafụr ‎

2. ‏Yang menjadikan mati dan hidup, ‏supaya Dia menguji kamu, ‏siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. ‏Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, 

ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ ‏
allażī khalaqa sab’a samāwātin ṭibāqā, ‏mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut, ‏farji’il-baṣara hal tarā min fuṭụr 

‎3. ‏Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. ‏Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. ‏Maka lihatlah berulang-ulang, ‏adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? 

ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ‏ṡummarji’il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr ‎

4. ‏Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. 

وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلْنَٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَٰطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ ‏
wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ‎‘ażābas-sa’īr

 ‎5. ‏Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, ‏dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, ‏dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. 

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ ‏
wa lillażīna kafarụ birabbihim ‎‘ażābu jahannam, ‏wa bi`sal-maṣīr

 ‎6. ‏Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, ‏memperoleh azab Jahannam. ‏Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

 إِذَآ أُلْقُوا۟ فِيهَا سَمِعُوا۟ لَهَا شَهِيقًا وَهِىَ تَفُورُ ‏
iżā ulqụ fīhā sami’ụ lahā syahīqaw wa hiya tafụr ‎

7. ‏Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, ‏sedang neraka itu menggelegak, 

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ‏
takādu tamayyazu minal-gaīẓ, ‏kullamā ulqiya fīhā faujun sa`alahum khazanatuhā a lam ya`tikum nażīr 

‎8. ‏hampir-hampir ‎(neraka) ‏itu terpecah-pecah lantaran marah. ‏Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan ‎(orang-orang kafir), ‏penjaga-penjaga ‎(neraka itu) ‏bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu ‎(di dunia) ‏seorang pemberi peringatan?” 

قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ كَبِيرٍ ‏
qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr ‎

9. ‏Mereka menjawab: “Benar ada”, ‏sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, ‏maka kami mendustakan(nya) ‏dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; ‏kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. 

وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ‏
wa qālụ lau kunnā nasma’u au na’qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa’īr 

‎10. ‏Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan ‎(peringatan itu) ‏niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. 

فَٱعْتَرَفُوا۟ بِذَنۢبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ‏
fa’tarafụ biżambihim, ‏fa suḥqal li`aṣ-ḥābis-sa’īr ‎

11. ‏Mereka mengakui dosa mereka. ‏Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. 

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ‏innallażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabīr 

‎12. ‏Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, ‏mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

 وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ‏
wa asirrụ qaulakum awij-harụ bih, ‏innahụ ‎‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr 

‎13. ‏Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; ‏sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. 

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ ‏
alā ya’lamu man khalaq, ‏wa huwal-laṭīful-khabīr ‎

14. ‏Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui ‎(yang kamu lahirkan atau rahasiakan); ‏dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

 هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ ‏
huwallażī ja’ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, ‏wa ilaihin-nusyụr ‎

15. ‏Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, ‏maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. ‏Dan hanya kepada-Nya-lah kamu ‎(kembali setelah) ‏dibangkitkan. 

ءَأَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ ‏
a amintum man fis-samā`i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa iżā hiya tamụr

 ‎16. ‏Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang ‎(berkuasa) ‏di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, ‏sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, 

أَمْ أَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ‏
am amintum man fis-samā`i ay yursila ‎‘alaikum ḥāṣibā, ‏fa sata’lamụna kaifa nażīr

 ‎17. ‏atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang ‎(berkuasa) ‏di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. ‏Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana ‎(akibat mendustakan) ‏peringatan-Ku? 

وَلَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ‏
wa laqad każżaballażīna ming qablihim fa kaifa kāna nakīr ‎

18. ‏Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan ‎(rasul-rasul-Nya). ‏Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. 

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ ‏
a wa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn, ‏mā yumsikuhunna illar-raḥmān, ‏innahụ bikulli syai`im baṣīr

 ‎19. ‏Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? ‏Tidak ada yang menahannya ‎(di udara) ‏selain Yang Maha Pemurah. ‏Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. 

أَمَّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ ٱلْكَٰفِرُونَ إِلَّا فِى غُرُورٍ ‏
am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān, ‏inil-kāfirụna illā fī gurụr

 ‎20. ‏Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? ‏Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam ‎(keadaan) ‏tertipu. 
أَمَّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ ۚ بَل لَّجُّوا۟ فِى عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ‏
am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah, ‏bal lajjụ fī ‎‘utuwwiw wa nufụr

 ‎21. ‏Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? ‏Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri? 

أَفَمَن يَمْشِى مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِۦٓ أَهْدَىٰٓ أَمَّن يَمْشِى سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ‏
a fa may yamsyī mukibban ‎‘alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan ‎‘alā ṣirāṭim mustaqīm

 ‎22. ‏Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

 قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ‏
qul huwallażī ansya`akum wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, ‏qalīlam mā tasykurụn ‎

23. ‏Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, ‏penglihatan dan hati”. (Tetapi) ‏amat sedikit kamu bersyukur.

 قُلْ هُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ‏
qul huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn

 ‎24. ‏Katakanlah: “Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, ‏dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan”.

 وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ‏
wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīn ‎

25. ‏Dan mereka berkata: “Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?” 

قُلْ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ ‏
qul innamal-‘ilmu ‎‘indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn ‎

26. ‏Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu ‎(tentang hari kiamat itu) ‏hanya pada sisi Allah. ‏Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”. 

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيٓـَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ ‏
fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda’ụn ‎

27. ‏Ketika mereka melihat azab ‎(pada hari kiamat) ‏sudah dekat, ‏muka orang-orang kafir itu menjadi muram. ‏Dan dikatakan ‎(kepada mereka) ‏inilah ‎(azab) ‏yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya. 

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِىَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلْكَٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ‏
qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma’iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min ‎‘ażābin alīm 

‎28. ‏Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), ‏tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?” 

قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ ‏
qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa ‎‘alaihi tawakkalnā, ‏fa sata’lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn

 ‎29. ‏Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. ‏Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”. 

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍ مَّعِينٍۭ ‏
qul ara`aitum in aṣbaḥa mā`ukum gauran fa may ya`tīkum bimā`im ma’īn

 ‎30. ‏Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; ‏maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”. ‏

Minggu, 25 Oktober 2020

Doa ingin mimpi brtemu rasulullah

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Syaikh al-Fakhihani berkata, ‘Telah aku coba untuk membaca shalawat Ruhul Arwah sebelm tidur hingga aku tertidur, dan dalam tidur itu aku bermimpi melihat wajah Rasulullah Saw yang mulia dan penuh keindahan, melebihi indahnya rembulan, dan aku sempat berbicara kepada beliau, kemudian beliau sirna dalam keindahan cahaya rembulan.”

Adapun lafadz shalawat Ruhul Arwah adalah sebagai berikut;

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فىِ اْلأَرْوَاحِ وَعَلَى جَسَدِهِ فِى اْلأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِى اْلقُبُوْرِاَللَّهُمَّ اَبْلِغْ رُوْحَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِنِّيْ تَحِيَّةً وَسَلاَمًا

Allohumma sholli ‘ala ruhi sayyidina muhammadin fil arwahi wa ‘ala jasadihi fil ajsadi wa ‘ala qobrihi fil quburi. Allohumma abligh ruha sayyidina muhammadin minni tahiyyatan wa salaman.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada ruh junjungan kami Nabi Muhammad Saw dalam setiap ruh, kepada jasadnya dalam setiap jasad, kepada kuburannya dalam setiap kuburan. Ya Allah, sampaikan kepada ruh junjungan kami Nabi Muhammad Saw dariku penghormatan dan salam.”**

Sabtu, 05 September 2020

Upgrade pemberat airsoftgun

Cara Menambah Beban Pada Airsoft Spring (ala newbie)

Menambah beban pada Airsoft bertujuan agar Airsoft kita lebih berasa bebannya, tidak terasa mainan dan agar lebih berasa real alias asli. Menambah beban pada Airsoft bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan memberikan pemberat lebih. Pemberat bisa berupa potongan besi, batu-batu kecil ataupun plastisin (lilin mainan). Pemberat ini bisa ditaruh dibagian tubular, body, grip, magazine dan popor.



Gambar diatas adalah contoh pemberat dari potongan besi kecil

Berikut ini adalah beberapa cara menambah beban pada Airsoft Spring, saya menggunakan Airsoft Spring Both Elephant seri M16.

     1. Memberikan pemberat pada bagian tubular

Sebelum kita memberikan pemberat, kita terlebih dahulu harus menutup lubang pada tubular, tujuannya agar pemberat yang kita beri tidak terlihat dari luar. Lubang dapat ditutup dengan solasiban


Menutup lubang pada tubular

Alat dan bahan:
A. Obeng
B. Solasiban
C. Plastisin
D. Potongan besi ukuran AA

Langkah-langkah:
• Bongkar tubular menjadi 2 bagian menggunakan obeng
• Tutup lubang pada tubular dengan solasiban
• Tambahkan pemberat dikedua bagian tubular dengan potongan besi, kemudian tutupi dengan plastisin seperti ini


• Satukan bagian tubular menggunakan obeng dan pemberat pada tubular pun sudah terpasang

     2. Memberikan pemberat pada bagian body

Alat dan bahan:
A. Obeng
B. Plastisin
C. Potongan besi kecil

Langkah-langkah:
• Bongkar body menjadi 2 bagian menggunakan obeng


• Beri potongan besi kecil dibagian grip pada kedua bagian body, kemudian tutupi dengan plastisin kembali, tambahkan juga plastisin pada bagian body didekat trigger. Hati-hati saat memberi plastisin pada bagian body karena memiliki resiko sistem kerja Airsoft Spring dapat terganggu yang disebabkan oleh pemberian plastisin pada bagian yang salah, kita juga harus ingat akan posisi dari bagian-bagian yang ada didalam body. Saran saya jika masih ragu, lebih baik bagian body tidak usah dibongkar dan diberi pemberat


• Satukan kembali bagian body menggunakan obeng

     3. Memberi pemberat pada bagian magazine

Alat dan bahan:
A. Obeng
B. Potongan besi kecil (pemberat mobil mainan)

Langkah-langkah:
• Bongkar magazine menjadi 2 bagian menggunakan obeng


• Tempatkan pemberat pada bagian bawah magazine seperti pada gambar dibawah ini


• Tutup kembali magazine menggunakan obeng

     5. Memberi pemberat pada bagian popor

Popor bisa  berupa popor tarik/ retractable stock dan bisa juga popor fix. Yang saya contohkan disini adalah popor tarik Both Elephant M16

Alat dan bahan:
A. Obeng
B. Plastisin
C. Batu Baterai (bisa juga potongan besi)

Langkah-langkah:
• Bongkar popor menjadi 2 bagian menggunakan obeng
• Selipkan batu baterai/pemberat
• Tutupi batu baterai/pemberat dengan plastisin, maka hasilnya seperti ini

• Satukan kembali popor menggunakan obeng
(Jika ingin memberi pemberat pada bagian popor fix caranya sama seperti cara diatas)

Sekian tutorial cara menambah beban pada Airsoft Spring, semoga bermanfaat walaupun cuma sedikit, jika ada salah dalam tulisan ini mohon dikoreksi dikolom comment ya..., terima kasih.

Rabu, 22 April 2020

Doq nabi agar hajat dikabulkan

Doa Rasulullah agar Keinginan Terpenuhi, Baca Usai Salat Hajat


Allahumma ini as'aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi'hu fiyya.


Artinya,

" Ya Allah, sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada Engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad SAW) memberikan syafaatnya kepadaku."