Jumat, 30 Desember 2016

Kuasa Allah

Seseorang lelaki yg baru menikah pulang  bersama istrinya. Mereka menyebrangi sungai memakai satu perahu kecil, mendadak badai besar nampak. Lelaki itu seorang pejuang, ia terlihat tenang. Tetapi istrinya terlihat demikian ketakutan lantaran tak terbiasa dengan situasi yang mencekam.

Karena Yang mereka tumpangi berdua satu perahu kecil, sedang badai demikian besar. Dengan keadaan demikian mereka mungkin tenggelam kapanpun. Namun lelaki itu duduk diam serta tenang seperti tak terjadi apa pun.

 Sembari gemetar istrinya ajukan pertanyaan, “Tidakkah anda takut? Ini mungkin saja waktu terakhir dalam kehidupan kita! Kita mungkin saja tidak akan hingga ke tepian. Cuma keajaiban yang dapat menyelamatkan kita, tanpa itu tentu kita bakal mati. Apakah anda tidak takut? Mengapa kamu diam seperti batu? ”

Lelaki itu tersenyum serta mengeluarkan pedang dari sarungnya. Istrinya lebih bingung dibuatnya. “Apa yang dilakukannya? ”, fikirnya dalam hati.

Tidak lama kemudian, lelaki itu menempelkan pedang di dekat leher istrinya, cuma ada sedikit celah hingga pedang itu benar-benar melekat pada leher istrinya.

Lelaki itu ajukan pertanyaan, “Apa kamu takut? ”

Istrinya tertawa serta menyahut, “Buat apa saya takut? Bila pedang itu ada di tanganmu, buat apa saya takut? Saya tau anda mencintai saya. ”

Lelaki itu menyimpan kembali pedangnya serta menjelaskan, “Itulah jawabanku. Saya tau Allah mencintaiku, serta badai ini ada di genggaman-Nya. Karenanya, apa pun yang terjadi pastinya baik. ”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al Qur’an :

“Boleh jadi anda membenci suatu hal, walau sebenarnya ia sangat baik bagimu, serta bisa jadi (pula) anda menyukai suatu hal, walau sebenarnya ia sangat buruk bagimu ; Allah tahu, sedang anda tak tahu. ” (2 : 216)

Sungguh, kepercayaan kita pada pasangan yaitu sumber ketenangan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Bila memanglah suami kita orang shalih, insha Allah tidak akan beresiko pisau ditangannya. Kepercayaan ini yaitu kepercayaan yang sesuai dengan fitrah. Selama ia masihlah ada, serta disandarkan pada object yang pas, kepasrahan yaitu kebahagiaan seutuhnya.

Senin, 19 Desember 2016

Pertanyaan Atheis tentang pencipta Allah

"Siapa yang menciptakan Allah?" Pemuda Ini Menjawab hingga Atheis tak berkutik

Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa...

Pertanyaan atheis itu adalah:

1. Siapa yg menciptakan Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??

2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal....

3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??

Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.

Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :

1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..

"Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"

Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??

3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??

Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...

Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..

Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas...tapi tidak liberal... tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah...

Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta'ala...

cr: muslimah

Minggu, 13 November 2016

Kenapa Huruf Arab Ditulis dari Kanan ke Kiri

Pernahkah kamu berpikir kenapa huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri ? Sedangkan huruf latin dari kiri ke kanan? dan huruf China dari atas ke bawah?

Mungkin kamu pernah memikirkannya, dan sampai saat ini mungkin tidak mendapatkan jawabannya. Nah, bagi kamu yang mungkin ingin tahu alasan dari cara penulisan yang berbeda-beda itu, berikut kita akan bahas bersama.

Semua itu dimulai dari sejarah yang ada sejak jaman dahulu. Berdasarkan buku The Fundamentals of Typography, arah membaca sebuah tulisan berkaitan dengan sejarah.

Ibnu Abbas, Sahabat Cilik Rasul yang Diremehkan

Umar bin Khattab radhiallahu'anhu seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam suatu hari pernah membawa Ibnu Abbas radhiallahuanhuma yang juga sahabat Rasulullah yang saat itu masih muda ke perkumpulan orang-orang tua yang pernah ikut perang Badar.

Orang-orang tua ini berkata kepada Umar, "Kenapa kau bawa anak kecil ini? Di rumah kita juga ada." Umar menjawab, "Ya, begitulah."

Sampai satu saat Umar bin Khattab sengaja mengumpulkan orang-orang tua tersebut dan turut mengundang pula Ibnu Abbas. Umar bertanya kepada orang-orang tua tersebut, "Apa komentar kalian tentang ayat:

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." (QS An Nashr ayat 1-3)

Sebagian orang-orang tua itu menjawab, "Allah menyuruh kita untuk memuji dan minta ampun kepada-Nya ketika datang pertolongan Allah." Sebagian lainnya diam saja.

Kemudian Umar bin Khattab bertanya kepada Ibnu Abbas, "Benar begitu Ibnu Abbas?" Ibnu Abbas menjawab, "Tidak!" Umar menyahut, "Lantas bagaimana?"

Ibnu Abbas menjawab, "Ayat itu adalah sinyalemen tentang dekatnya kematian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Allah memberitahunya dengan ayatnya, 'Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, itu berarti penaklukan Mekkah dan itulah tanda ajalmu Muhammad, oleh karena itu "Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat."

Umar mengatakan, "Nah, ini tafsir yang saya tahu."

Beginilah seharusnya seorang pemuda, tetap menjaga kesantunan di depan para tetua meski memahami suatu ilmu. Tidak angkuh dan memamerkan ilmu kecuali dirasa perlu atau ditanya dan tentu dengan adab-adab yang tidak membuat para tetua merasa digurui atau direndahkan.

Semoga para tetua pun tidak membiasakan diri meremehkan anak muda, hanya karena usianya. Bukankah ilmu tidak diukur dari lamanya hidup? Melainkan dari kesungguhan belajar dan bimbingan Allah Ta'ala.

Kisah Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Penakluk Singa yang Ahli Sedekah

Ibnu Umar radhiallahu’anhu (Abdullah bin Umar), sejak masih kecil telah masuk Islam, bersama dengan ayahnya Umar bin Khattab radhiallahu’anhu.

Kemana pun Rasulullah pergi, ia sering turut menyertainya. Ibnu Umar memang tercatat masih ipar Rasulullah, karena saudari kandungnya yang bernama Hafsah binti Umar menjadi istri Rasulullah.

Ibnu Umar berusaha mencontoh sifat dan kebiasaan Rasulullah, seperti cara memakai pakaian, makan, minum, bergaul, dan sebagainya. Beliau juga dikenal sebagai salah seorang sahabat Rasulullah, yang banyak meriwayatkan hadits, diperkirakan ada sekitar 2.630 hadits yang ia sampaikan.


Ibnu Umar, Ahli Sedekah

Ibnu Umar termasuk orang yang hidup sejahtera, ia dikenal seorang saudagar yang sukses. Namun harta yang melimpah, selalu ia bagi-bagikan sebanyak-banyaknya kepada fakir miskin dan anak yatim.

Ayub bin Ma’il Ar Rasibi bercerita, Ibnu Umar pernah membagi-bagikan sedekah senilai 4.000 dirham, lalu pada keesokan harinya ia berhutang 1 dirham, untuk membeli makanan bagi hewan yang dikendarainya.

Abu Nuaim meriwayatkan dari Muhammad bin Qais, ia berkata, “Tidaklah Abdullah bin Umar makan, kecuali bersama orang-orang miskin, hingga hal tersebut mempengaruhi kesehatan tubuhnya.”


Ibnu Umar, Penakluk Singa

Pada suatu ketika, kafilah dagangnya terhalang seekor singa. Kemudian Ibnu Umar, turun dari untanya, lantas berjalan ke arah singa itu.

Tanpa rasa takut sedikitpun, dalam jarak yang sangat dekat, Ibnu Umar menggosok telinga sang singa, seolah-olah ia sedang bernegosiasi. Dan tidak lama kemudian, menyingkirlah singa itu dari tengah jalan.

Seseorang yang mengetahui peristiwa itu merasa takjub. Ia kemudian bertanya,  ”Bagaimana caranya agar singa itu tidak menerkam Anda?”

Ibnu Umar menjawab bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tidak ada hal lain yang bisa menguasainya.”

Kisah Ibnu Umar menaklukkan Singa, tercatat dalam kitab Thabaqah karya Al-Munawi dan diceritakan oleh Al-Subki dalam  kitab Hujjatullah ‘ala al-Alamin.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Rabu, 02 November 2016

Nabi musa dan nabi khidir

Menurut Ibnu Abbas, Ubay bin Kaab, menceritakan, beliau mendengar Nabi Muhammad bersabda: "Sesungguhnya pada suatu hari, Musa berdiri di khalayak Bani Israil lalu beliau ditanya, Siapakah orang yang paling berilmu?

Nabi Musa menjawab, "Aku". Lalu Allah SWT menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, "Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu".

Lantas Musa pun bertanya, "Wahai Tuhanku, dimanakah aku dapat menemuinya?".

Allah pun berfirman, "Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan di dalam sangkar dan sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu."

Sesungguhnya teguran Allah itu mencetuskan keinginan yang kuat dalam diri Nabi Musa untuk menemui hamba yang saleh itu.

font-stretch: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"> Di samping itu, Nabi Musa juga ingin sekali mempelajari ilmu dari Hamba Allah tersebut. Musa kemudian menunaikan perintah Allah itu dengan membawa ikan di dalam wadah dan berangkat bersama-sama pembantunya yang juga merupakan murid dan pembantunya, Yusya bin Nun.

Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah batu dan memutuskan untuk beristirahat sejenak karena telah menempuh perjalanan cukup jauh.

Ikan yang mereka bawa di dalam wadah itu tiba-tiba meronta-ronta dan selanjutnya terjatuh ke dalam air. Allah SWT membuatkan aliran air untuk memudahkan ikan sampai ke laut.

Yusya terpegun memperhatikan kebesaran Allah menghidupkan semula ikan yang telah mati itu.

Selepas menyaksikan peristiwa yang sungguh menakjubkan dan luar biasa itu, Yusya tertidur dan ketika terjaga, beliau lupa untuk menceritakannya kepada Musa.

Mereka kemudian meneruskan lagi perjalanan siang dan malamnya dan pada keesokan paginya, Nabi Musa berkata kepada Yusya` "Bawalah ke mari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini." (Surah Al-Kahfi : 62)

Ibn `Abbas berkata, "Nabi Musa sebenarnya tidak merasa letih sehingga baginda melewati tempat yang diperintahkan oleh Allah supaya menemui hamba-Nya yang lebih berilmu itu."

Yusya berkata kepada Nabi Musa, "Tahukah guru bahwa ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak lain yang membuat aku lupa untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu kembali masuk kedalam laut itu dengan cara yang amat aneh." (Surah Al-Kahfi : 63)

Musa segera teringat sesuatu, bahwa mereka sebenarnya sudah menemukan tempat pertemuan dengan hamba Allah yang sedang dicarinya tersebut. Kini, kedua-dua mereka berbalik arah untuk kembali ke tempat tersebut yaitu di batu yang menjadi tempat persinggahan mereka sebelumnya, tempat bertemunya dua buah lautan.Musa berkata, "Itulah tempat yang kita cari. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula." (Surah Al-Kahfi : 64)

Setibanya mereka di tempat yang dituju, mereka melihat seorang hamba Allah yang berjubah putih bersih. Nabi Musa pun mengucapkan salam kepadanya.

Khidir menjawab salamnya dan bertanya, "Dari mana datangnya kesejahteraan di bumi yang tidak mempunyai kesejahteraan? Siapakah kamu" Jawab Musa, "Aku adalah Musa".

Khidir bertanya lagi, "Musa dari Bani Israil?" Nabi Musa menjawab, "Ya. Aku datang menemui tuan supaya tuan dapat mengajarkan sebagian ilmu dan kebijaksanaan yang telah diajarkan kepada tuan."

Khidir menegaskan, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersama-samaku.@ (Surah Al-Kahfi : 67)

Wahai Musa, "sesungguhnya ilmu yang kumiliki ini ialah sebahagian daripada ilmu karunia dari Allah yang diajarkan kepadaku tetapi tidak diajarkan kepadamu wahai Musa. Kamu juga memiliki ilmu yang diajarkan kepadamu yang tidak kuketahuinya."

Nabi Musa berkata, "Insya Allah tuan akan mendapati diriku sebagai seorang yang sabar dan aku tidak akan menentang tuan dalam sesuatu urusan pun." (Surah Al-Kahfi : 69).

Dia (Khidir) selanjutnya mengingatkan, "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menerangkannya kepadamu." (Surah Al-Kahfi : 70).

Jumat, 16 September 2016

Wanita Ahli Neraka & Ciri-CiriNya Golongan Wanita Yang Di Siksa Dalam Neraka.

Abdullah Bin Masud r.a. meriwayatkan bahwa Nabi s.a.w. bersabda : “Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah s.w.t. mencatat baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan memintakan ampunan baginya, dan Allah s.w.t. mengangkat seribu derajat untuknya.” (H.R. ABU MANSUR DIDALAM KITAB MASNADIL FIRDAUS)

Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut : Saya bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: “Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada malam aku di Israkan ke langit, saya melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis.”

Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah yang engkau lihat?”
Beliau bersabda:

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongannya.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongannya.

4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.

5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.

6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.

7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.

8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.

10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, “Wahai ayah biji mata kesayanganku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu.” Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya karena tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, karena dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya.”

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : “Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya.”

3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, karena dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, karena dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).

5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.

6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.

7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, karena dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.

8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himmar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.

9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.

2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.

3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.

4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :

1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).

2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.

3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).

4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.

Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat.

Diceritakan dari isteri Khumaid As-saidiy bahwa ia datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu berkata :
“Hai Rasulullah sesungguhnya aku senang mengerjakan sholat bersamamu”. Beliau berkata : “Aku mengerti bahwa engkau senang mengerjakan sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu di tempat tidurmu itu lebih baik dari pada sholatmu dikamarmu dan sholatmu dikamarmu lebih baik dari solatmu dirumahmu dan sholatmu dirumahmu lebih baik daripada solatmu di mesjidku”. (Bagi lelaki sangat dituntut sholat berjamaah di masjid)

Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya yang lebih disukai sholatnya perempuan oleh Allah ialah yang dilakukan pada tempat yang amat gelap dirumahnya”.

Diceritakan dari Aisyah r.a. :
“Pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. duduk di masjid, tiba-tiba masuklah seorang perempuan dari suku Muzainah yang memakai pakaian yang terseret-seret ditanah untuk perhiasan pada dirinya di dalam masjid”. Maka Rasulullah S.A.W. bersabda : “Wahai manusia laranglah isteri-isterimu dari memakai perhiasan dan memperindah gaya berjalan di dalam masjid. Kerana sesungguhnya kaum Bani Israil itu tidak dilaknat hingga mereka memberi pakaian isteri-isteri mereka dengan pakaian perhiasan dan mereka berjalan dengan gaya sombong di dalam masjid”.

Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : “Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya redha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka.”

Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud :
“Jihad seorang wanita adalah taat pada suami dan menghiaskan diri untuk suaminya”.

Isteri tidak wajib taat perintah dan arahan suami, apabila perintah dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah S.W.T.

Imam Al-Ghazali menegaskan : “Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat.”

semoga kita (para muslimah) bisa memperbaiki sifat buruk kita menjadi sifat qona'ah dan selalu berharap mendapat ridlo suami dan ridlo Allah pastinya.

Dan semoga Allah selalu membimbing kita dan memberi hidayah pada kita.

Aamiin...

Kesuksesan pria

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.

Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.

Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.

Selasa, 13 September 2016

Berikan yg terbaik

Suatu hari, Prof Dr Ravik Karsidi, Rektor UNS, melakukan perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.

Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam beliau menunggu di salah satu lounge bandara Adisucipto dgn sekedar minum kopi.

Di depannya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.

Sekedar mengisi waktu, diajaknya ibu itu ber-cakap².

Mau pergi ke Jkt, bu ?...

Iya nak, hanya transit di cengkareng terus ke Singapura

Kalau boleh bertanya, ada keperluan apa ibu pergi ke Singapura ?...

Menengok anak saya yang nomor dua nak, istrinya melahirkan di sana terus saya diberi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat tanpa susah mengurus apa².

Puteranya kerja dimana, bu ?...

Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing, sekarang jadi kepala kantor cabang Singapura

Berapa anak ibu semuanya?...

Anak saya ada 4 nak, 3 lelaki, 1 perempuan. Yang ini tadi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga lelaki, dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di universitas Airlangga Surabaya

Kalau anak sulung ?...

Dia petani, Nak, Tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya.

Sang Profesor tertegun sejenak lalu dengan hati² bertanya:

Tentunya ibu kecewa kepada anak sulung ya bu, Kok tidak sarjana spt adik2nya.

Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia, karena dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik2nya sampai selesai jadi sarjana.

Kembali sang Profesor merenung : "Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat".

Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa "amal dalam ibadah" kita.

Sebuah pelajaran hidup yg mengajarkan, agar kita melakukan yg terbaik...karena yg terbaik adalah menjadi orang baik

Senin, 29 Agustus 2016

Aku

Kuingatkan diri setiap hari.
Tanpa kulupa setiap saat bisa saja maut mendekat.
Kumpulan dosa dan khilaf slalu terbayang.
Dalam sujud aku memohon maaf.
Banyak sudah luka yg kubuat.
Mungkin setinggi angkasa sudah ia terkumpul.

Sepi malam selalu resah,
Entah apa yg ada dibenak ini.
Menjalani kehidupan seperti yg lsin inginkan.
Tetap saja kumerasa kesepian
Aku sendiri...berkalung sepi.
Walau ada seseorang yg menemani.
Tak tahu apa yg bersemayam dihati

Hari ini, rasa resah ini datang.
Memuncak bagai gunung kebimbangan.
Hanya terdiam Lewati malam.
Aku sendirian.

Rabu, 24 Agustus 2016

Utama Mana, Ibu atau Suami???...


Ketika Rasulullah SAW masih hidup, tersebutlah seorang istri yang shalihah. Wanita setia ini begitu taat serta setia terhadap suaminya. Suatu hari, suaminya pergi berjihad untuk agama, sang suami hendak pergi memenuhi panggilan suci untuk berjihad dirinya beramanat pada istrinya.

"Istriku tersayang yang kucintai, aku akan pergi untuk berjihad meninggikan kalimat-kalimat Allah, sebelum aku kembali pulang dari berjihad, kamu jangan pergi kemanapun dan jangan keluar dari rumah ini".

Setelah berpesan demikian pada istrinya, berangkatlah si suami menuju medan jihad.

Beberapa hari kemudian, datanglah seseorang kepada wanita tersebut yang mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit parah. Orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita sholihah itu untuk segera menjenguk ibunya.

"Ibumu saat ini sedang sakit keras, jenguklah dia sekarang"

Dengan gelisah wanita tersebut menjawab; "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukannya tidak mau menjenguk, tapi saya dilarang keluar rumah sebelum suami saya pulang, tolong sampaikan permohonan maaf dan salam saya pada Ibu". Dan si utusanpun pulang tanpa membawa wanita tersebut.

Malam berlalu dan suami yang berjihad belum juga pulang. Keesokan harinya datang kembali seorang utusan yang mengabarkan bahwa ibu wanita tersebut meninggal dunia. Betapa sedih perasaan wanita sholehah ini, air matanya berlinang mendengar kabar ibu yang dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya, bahkan disaat terakhirnya dia tidak berada disampingnya.

Utusan tersebut berkata "sekarang Ibumu telah tiada, datanglah untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau akan dikebumikan hari ini". Namun istri yang shalihal ini sambil mengangis tersedu menjawab "Bukannya saya tidak mencintai ibu saya, tapi saya memegang amanah suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dan memberi saya izin".

Dengan berat utusan tersebut pulang. Mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau datang walaupun ibunya sakit keras hingga meninggal dunia, si utusan pun akhirnya mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah SAW.

Dengan nada sedikit kesal ia berkata kepada Nabi SAW "Wahai Rasulullah, wanita itu sangat keterlaluan, dari mulai ibunya sakit hingga meninggal dunia dia tidak mau datang untuk menemui ibunya"

Rasulullah SAW bertanya "Kenapa dia tidak mau datang menemui ibunya?"

"Wanita itu mengatakan bahwa dia t idak mendapat izin untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang berjihad" Jawab utusan yang mengadu ke Rasulullah SAW tersebut.

Lalu Rasulullah SAW tersenyum, kemudian Beliau berkata "Dosa-dosa ibu wanita tersebut diampuni oleh Allah SWT karena dia mempunyai seorang puteri yang sangat taat terhadap suaminya".

Itulah kisah seorang istri yang sholehah yang patuh dan taat kepada suaminya yang pada akhirnya mampu mengantarkan ibunya ke surga karena dosa-dosa ibunya telah di ampuni oleh Allah SWT lantaran memiliki anak yang sholehah, taat kepada suami.

Dalam kalangan pesantren, kisah diatas sangat populer, karena kisah ini tertulis pada salah satu Kitab karya Syaikh Nawawi Al-Bantani yakni Kitab Uqudulujian, salah satu kitab terpopuler yang membahas tentang tata cara hidup berumah tangga secara islami.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 34 yang artinya; "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS. Al-Nisa': 34).

Dan juga Rasulullah SAW bersabda: "Tidak boleh (haram) bagi wanita untuk berpuasa sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya. Istri juga tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Dan harta yang ia nafkahkan bukan dengan perintahnya, maka setengah pahalanya diberikan untuk suaminya." (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apabila wanita menunaikan shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya; maka disampaikan kepadanya: masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu mau." (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 660).

Be Good...Be You.

Minggu, 07 Agustus 2016

3 Tanda dan Pesan Untuk Kita Jika didekati Kucing

Kucing adalah salah satu hewan lucu yang begitu menggemaskan. Hewan berbulu ini hidup disekitar lingkungan kita, serta biasanya dipelihara oleh manusia, tetapi tidak jarang mereka juga hidup dengan mencari makan sendiri. Hingga tak mengherankan bila kehadiran kucing kerap didapati diberbagai tempat. Misalnya di depan rumah, di warung-warung, pasar, ruang perkantoran serta lain sebagainya. Biasanya kehadiran mereka seringkali dianggap mengganggu, sehingga harus diusir agar menjauh dari keramaian manusia.

Sebagian kita mungkin pernah didatangi oleh kucing waktu beraktivitas, misalnya saat tengah makan. Beberapa diantaranya mungkin memberikan makan, namun sebagian lagi malah mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu.

Jika mengalami kondisi ini, jangan tergesa-gesa untuk mengusir hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW itu. Berfikirlah sejenak kenapa kucing itu mendatangi anda serta bukan orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau tanda? Berikut 3 tanda jika kucing datang kepada kita serta bukanlah orang lain.

Pertama
Kedatangan kucing merupakan pertanda kalau Allah SWT mengingatkan kita tentang inti berikan. Semua rejeki yang kita dapatkan bukanlah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang seharusnya kita keluarkan.

Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi. Tanpa menunaikan hal semacam ini, pasti kita sebagai umat Islam belum menjalankan semua aturan harus yang perlu ditegakkan.

Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima juga harus dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Artinya dalam makanan yang kita santap, ternyata ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah.

Kedua
Memberi makanan pada makhluk Allah termasuk kucing merupakan satu kebaikan. Sesuai dengan firmannya, Allah akan melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan lainnya. Terlebih bila kita memberikan dengan ikhlas dan tak terpaksa.

Bila berbuat baik pada manusia, seseorang kerap menginginkan ada balasan serupa dari orang lain. Namun tak demikian bila manusia berbuat baik pada kucing. Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang sudah kita berikan terhadapnya. Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasanya berikan dengan penuh keikhlasan. Aksi berikut yang seharusnya dilakukan manusia saat memberi sesuatu kepada orang lain.

Ketiga
Allah sedang memberitahu jika kita tak memberi makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikan pada kita. Rejeki itu luas bukan hanya sekedar duit, namun meliputi semua kehidupan. Semoga kita semuanya termasuk yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.

Sumber: tolongshareya.blogspot.com

Jumat, 15 April 2016

Panggilan yang dilarang

Jangan Memanggil Pasangan dengan Panggilan “Abi-Ummi”! HARAM..

Panggilan atau memanggil dalam Islam dianjurkan memakai atau memanggil dengan penuh kehormatan, kasih sayang dan kelembutan. Membiasakan diri memanggil pasangan dengan panggilan sayang(Humairaa) merupakan hal yang lumrah dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau jika memanggil istrinya selalu dengan memakai panggilan ya humairaa yang artinya “sayangku”. Selain memberikan rasa senang pada pasangan, memanggil pasangan dengan panggilan sayang tentu akan membuat perasaan cinta dan kasih sayang semakin melekat dan utuh.

Nah pada kenyataan sekarang ada berbagai macam panggilan sayang yang dapat kita berikan pada pasangan. Panggilan seperti “honey”, “hubby”, atau “cinta” juga merupakan beberapa jenis yang paling sering digunakan oleh pasangan suami istri di Indonesia saat ini.

Eh selain panggilan diatas, ada juga yang populer yang biasanya digunakan oleh pasangan suami istri muslim, yakni panggilan “abi” dan “ummi” sangat akrab dalam lingkungan pasangan muslim di Indonesia. Tujuannya memang baik, namun tahukah Anda jika kita tidak memahami maknanya secara utuh, hal tersebut bisa menjadi fatal dan bisa saja diharamkan, Anda tidak percaya? Heran?

Dalam kitab Ar-Raudhatul Murbi’ Syarah Zadul Mustaqni’ juz 3/195, disana menjelaskan tentang bab memanggil pasangan “Dan dibenci memanggil salah satu di antara pasutri dengan panggilan khusus yang ada hubungannya dengan mahram, seperti istri memanggil suaminya dengan panggilan ‘Abi’ (ayahku) dan suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku).” Nah bagaimana, sudah terlanjur terbiasa memanggil dengan panggilan yang diharamkan?

Perlu diketahui juga nih, bahwasannya ada hadits yang meriwayatkan tentang tata cara memanggil kepada pasangan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanadnya dari Abu Tamimah Al-Juhaimi, “Ada seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, ‘Wahai Ukhti!’ Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Apakah istrimu itu saudarimu?’ Lalu beliau membencinya dan melarangnya.” (HR. Abu Daud: 1889). Memang hadits di ini disebut sebagai hadits “dhaif”. Karena sanadnya ada yang putus.

Namun meskipun belum ada dalil yang tegas tentang larangan memanggil dengan kata “abi” dan “ummi”pada pasangan, sebaiknya kita menghindari pemakaian panggilan tersebut, karena khawatir kita berada dalam hal yang tidak sepantasnya kita lakukan.

Melihat kembali pada fenomena saat ini, dimana para pasangan sangat banyak yang menggunakan panggilan yang entah mereka paham atau tidak dan terkhusus dalam rumah-tangga orang Islam yang juga banyak kita jumpai panggilan yang dilarang tersebut, maka saat inilah kita harus belajar dengan seutuhnya tentang panggilannya tersebut, bertanyalah pada para kiyai, ustadz atau orang yang mengerti tentang hal tersebut sehingga kita terhindar dari pemakaian panggilan yang diharamkan tadi. Semoga bermanfaat sahabat .

Sabtu, 26 Maret 2016

Kata-kata hikmat Almarhum Syeikh Al-Tantawi

لَا يَلْزَمُ أَنْ تَكُوْنَ وَسِيْما لِتَكُوْنَ جَمِيْل
Kau tidak perlu berwajah cantik untuk dikatakan sebagai seorang yang cantik.

ولا مداحا لتكون محبوبا
Dan tidak perlu memuji-muji karena ingin menjadi seorang yang disukai

ولا غنيا لتكون سعيدا
Tidak perlu menjadi kaya untuk menjadi seorang yang bahagia.

يكفي أن ترضي ربك وهو سيجعلك عند الناس جميلا و محبوبا و سعيدا
Cukuplah dengan membuatkan Tuhanmu ridha dan kasih kepadamu, pasti Dia akan menjadikanmu cantik dan indah di mata manusia, disukai dan disenangi oleh semua, serta hidup bahagia.

لو أصبت 99 وأخطأت مرة واحدة
Andai kau lakukan 99 kebaikan, tetapi terbuat khilaf sekali.

لعاتبوك بالواحدة وتركوا ال99
Manusia akan menyalahkanmu dengan kehilafan satu itu, dan melupakan semua 99 kebaikan yang lain !هؤلاء هم البشر
Itulah hakikatnya manusia !

و لو أخطأت 99 مرة وأصبت مرة
Tetapi jika kau lakukan 99 kehilafan, dan hanya sekali melakukan perkara kebaikan.

لـغفر الله ال 99 وقبل الواحدة
Allah akan mengampuni seluruh 99 kehilafanmu dan menerima amalanmu yang satu itu, jika kita bertaubat sungguh-sungguh.

ذاك هو ربي
Itulah Dia Allah Azza Wa Jalla !
_______________________________

Biodata Rasulullah SAW

Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW).
Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN

Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN

Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa ' (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah).
Baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.

USIA 8 TAHUN

Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
Baginda diasuh pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan..
Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN

Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' , jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja..
Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.
Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.
Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk
meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

Banjir besar melanda Makkah dan meruntuh- kan dinding Kaabah.
Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.
Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

Jumat, 25 Maret 2016

Karena rindu Allah

Allah berikan ujian.
Semata mata untuk mendengarkan setiap tangisan dan rintihan kita.

Ujian adalah satu rahmat untuk kita.
Karena Dia rindu akan rintihan kita kepadaNya.
Karena Dia rindu akan tangisan kita kepadaNya.

Allah cerita azab Neraka.
Panasnya siksanya pedihnya.
Kita takut.
Lalu

Allah ceritakan pula nikmat Syurga.
Cantiknya hebatnya indahnya.
Kita tersenyum.

Kemudian,
Allah tunjukkan jalan
Allah ajarkan kita
Allah buka rahasia satu per satu
Allah ceritakan dalam Alquran rahasia jalan ke Syurga Allah. Apa ibadahnya
Apa amalannya
Apa bekalannya supaya kita lakukan.

Allah baik dan terlalu baik. Allah ceritakan lagi larangan yang bisa membawa kita ke Neraka
Tak disembunyi satu pun rahasia supaya kita jauhkan.

Allah sayang kita kalau kita tersesat dengan apa yang Dia larang, Allah beri peluang
Allah sediakan pintu taubat dan ampunan.
Tapi sayangnya
Kita lebih memilih duniawi dari padaNya.
Coba buka pintu hati kita.
Syurga sudah depan mata.
Cuma kita saja yang tidak berusaha memasukinya.

Bahagia itu bila kita 'redha' dengan apa yang Allah beri.

- Ustaz Abdullah Khairi-

Doa yg dikabulkan

Saat itu musim dingin di Makkah..
Suatu hari, sepulang dari mengajar, Syaikh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki sedang duduk beristirahan di rumahnya.
Terbersit dalam hatinya "Di malam yang dingin ini, sepertinya sangat nikmat jika ada nasi kebuli hangat untuk dimakan" (kurang lebih seperti itu)
Sekejap kemudian, tiba-tiba ada sesorang mengetuk pintu rumah, ternyata ia adalah keponakan Syaikh Sayyid Muhammad Alawi, membawakan nasi kebuli yang baru saja dimasak.

Lalu apa yang terjadi? Syaikh Sayyid Muhammad Alawi justru malah tersungkur menangis di pintu rumahnya seraya berkata : "Ya Allah.. Jika saja tadi terbersit dalam hatiku agar dosa-dosa ku diampuni, bukan terbersit menginginkan nasi kebuli." Dan ini adalah do'a memohon ampunan yang dipanjatkan oleh Imran, dan diabadikan oleh Allah di Al Qur'an-Nya

رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa waqinaa 'adzaaban naar. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka (Q.S Ali Imran ayat 16).

Allah tahu engkau mampu

...Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah membebani engkau kecuali Allah tahu engkau mampu menghadapinya...

Karena Allah Ta'ala berfirman :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Qs. Al-Baqarah 286).

Saudaraku...
Oleh karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menganjurkan kita untuk senantiasa meminta pertolongan pada Allah...
Dalam setiap permasalahan... Dan dalam apapun keadaan...

Beliau shalallahu alaihi wasallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Akan tetapi, keduanya tetaplah memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. MINTA TOLONGLAH PADA ALLAH, DAN JANGAN ENGKAU LEMAH. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku berbuat demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau mengatakan: ‘Ini sudah menjadi takdir Allah. Setiap apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan 'seandainya' dapat membuka pintu syaiton.” (HR. Muslim 2664).

7 Keajaiban Makkah dan Madinah

Banyak makna terkandung di dua kota ini. Selain keajaiban naturalisnya (alamiah) dari Allah swt., Mekkah dan Madina juga memiliki beberapa keajaiban yang merupakan hasil kreasi manusia.

Berikut ini adalah 7 kejaiban kota Mekkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah :

1. Ka'bah, Zero Magnetism Area

para astronot telah menemukan bahwa planet bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. Radiasi yang berada di sekitar Ka'bah ini memiliki karakteristik yang menghubungkan antara Ka'bah di planet bumi dengan ka'bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama "Zero Magnetism Area" , artinya apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat dan tidak banyak di pengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Dan karena itulah juga ketika kita mengelilingi Ka'bah, kita seakan-akan diri di recharge oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah di buktikan secara ilmiah.
Mekkah juga merupakan pusat bumi.

2. Zam-Zam, Mata Air yang Tak Pernah Kering

Air zam-zam yang berlimpah merupakan mukjizat yang tidak bisa di ingkari. Sejak masa Nabi Ibrahim as. hingga kini, mata air tersebut tidak pernah kering. Padahal, jutaan liter di sedot setiap masa haji tiba. Yang menakjubkan ukuran sumur zam-zam itu hanyalah 18 x 14 kaki saja ( kira-kira 5 x4 meter ).
Artinya tidak besar tidak pula dalam.

Hasil penelitian sampel air yang di lakukan oleh Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Air Laut, kota Jeddah, menunjukkan bahwa zam-zam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat.

Di bandingkan air biasa di kota Mekkah dan Arab, air zam-zam mengandung kalsium dan garam magnesium yang lebih banyak. Itu sebabnya air zam-zam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropa bahwa air zam-zam layak untuk di minum.

Nabi saw. bersabda: " Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang di niatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail."
( HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas )

3. Hajar Aswad, Batu dari Surga

Menurut banyak riwayat, antara lain dari. Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari surga. Rasulullah saw bersabda, " Hajar Aswad itu di turunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adam-lah yang menjadikannya hitam."

Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang.
Abdullah bin Amr bin 'Ash ra. ( 7 SH-65 H ) menerangkan bahwa perubahan warna Hajar Aswad dari putih menjadi hitam di sebabkan sentuhan orang-orang musyrik.

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin 'Ash, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah swt. tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang pun manusia yang sanggup memandangnya.

Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musem di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka'bah ) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya.

4. Endapan Lava Berumur Ratusan Juta Tahun

Kawasan yang berupa endapan lava "alkali basaltik" ( theolitic basalt ) seluas 180. 000 km persegi yang berusia muda ( muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam ).
Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an km melalui zona rekahan sepanjang 600 km yang di kenal sebagai:
" Makkah-Madinah-Nufud volcanic line ".

Banyak gunung api terbentuk di sepanjang zona rekahan itu. Seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar.
Harrah Rahat adalah bentukan paling menarik, dengan panjang 310 km membentang dari utara Madinah hingga ke dekat Jeddah dan mengandung sedikitnya 2. 000 km kubik endapan lava yang membentuk 2. 000 lebih kerucut kecil ( scoria ) dan 200-an kawah maar.

5. Jabal Magnet ( Magnetic Hill ), Gunung Penuh Misteri

Jabal Magnet terletak di daerah Mantiqo Baidho. Lokasinya berada cukup jauh dari kota Madinah, sekitar 40 km menuju arah kota Tabuk.
Jabal Magnet berada berada di luar daerah haram, sehingga wilayah ini bebas di kunjungi warga non muslim.

Jika di lihat secara kasat mata, sebetulnya kawasan Jabal Magnet tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Saudi Arabia, yakni bukit- bukit batu gersang seperti yang banyak di jumpai di sekitar kota Madinah.
Hanya saja ketika berkendara di jalan raya di antara perbukitan tersebut, kita akan merasakan suatu keanehan. Jalan sepanjang sekitar 4 km di kawasan perbukitan ini di yakini memiliki daya dorong magnetis.

Begitu besarnya kandungan magnet dalam bukit-bukit itu sehingga bus atau kendaraan lain yang melewati lokasi tersebut bisa tertahan lajunnya atau terdorong hingga kecepatan 120 km/jam, padahal si sopir tidak memasukkan gigi persneling mobil.

6. Menara Abraj Al-Bait, Menara Jam Tertinggi di Dunia

Menara jam ini bernama Menara Abraj Al-Bait atau Menara Jam Diraja Mekkah. Proyek menara jam ini di laksanakan oleh kontraktor terkenal di Arab Saudi yaitu, Saudi Binladin Group. Lokasinya berhadapan dengan Masjidil Haram, tepat di atas tapak Kubu Pertahanan Ajyad di zaman Khalifah Usmaniyah yang telah di robohkan.

Menara ini merupakan menara jam tertinggi di dunia, mengalahkan Menara Jam Palace of Culture and Scienci di Warsaw Poland, Menara Jam The Big Ben di London, Menara Jam Rajabai di Mumbai India, dan Menara Jam Ann-Bradley di Milwaukee Amerika Serikat.

Setiap kali masuk sholat Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, maka akan terpancar dari jam tersebut cahaya lampu yang terlihat hingga sejauh 28 km.
Keindahan jam itu semakin lengkap dengan 90 juta kaca mozaik berwarna keemasan yang menghiasi ke empat permukaan sisi-sisinya dengan motif atau corak flora dan fauna.

Menara ini di rancang oleh arsitek-arsitek dari Jerman dan Swiss, dan menghabiskan biaya hingga US$ 800 juta.

7. Berkah Keajaiban Mekkah, Hidup Orang Miskin pun Menjadi Mudah

Orang miskin yang hidupnya susah itu ada di mana-mana. Tapi di Mekkah, orang miskin bisa hidup mudah. Padahal, kota suci Mekkah di anggap sebagai salah satu kota yang paling mahal untuk di tinggali, berdasarkan tingginya biaya akomodasi di daerah sekitar Masjidil Haram.

Menurut Syeikh Muhammad As-Sahli, seorang profesor ilmu syariah di Universitas Umm Al-Qura, orang miskin bisa menghasilkan uang di Mekkah karena Nabi Ibrahim as. berdoa kepada Allah memohon karunia-Nya atas penduduk kota suci itu.

Dia mengatakan, sejumlah orang miskin yang datang ke Mekkah mampu menemukan berbagai macam sumber pendapatan , seperti menjual air mineral dan kayu siwak. " Beberapa di antara mereka bahkan ada yang menjadi pengusaha dan pedagang ujarnnya".

Surat untuk bapak istriku

Teruntuk Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai

Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu

Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu

Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita.

Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya.

Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
.
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya.

Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat baru mu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu.

Karena takut neraka anak kecil itu menangis.

Dalam sebuah riwayat mengisahkan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, saat dia sedang berjalan-jalan dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu’ sambil menangis.

Orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, “Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?”

Maka berkata anak kecil itu, “Wahai paman saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang bermaksud, ” Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.”
Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata anak kecil itu, “Wahai paman, paman adalah orang yang berakal, tidakkah paman melihat ketika orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”

SUBHANALLAH..

Pelajaran berharga untuk kita, betapa pola pikir lugu sang anak membawanya menjadi sosok yang begitu takut kepada neraka. Maka bagaimana dengan kita?

Sudahkah kita yang dewasa dan mengaku banyak ilmu telah benar-benar menyadari adanya neraka?

Semoga kita senantiasa mengingat akhir kehidupan.

Intropeksi Diri

Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata:

Jika engkau ingin hidup selamat dari kehinaan…Agamamu terjaga, demikian pula harga dirimu…

��Maka janganlah sekali-kali lisanmu mengucapkan keburukan…Sesungguhnya seluruh dirimu adalah kekurangan dan orang-orang juga memiliki lisan (yang bisa mencelamu). .

��Dan jika kedua matamu melihat aib-aib (orang lain)…maka tinggalkanlah dan katakanlah kepada matamu, “Wahai mataku, sesungguhnya orang-orang juga memiliki mata”

��Hendaknya engkau bergaul dengan cara yang baik, maafkanlah orang yang bersalah kepadamu…Serta tolaklah kesalahan orang tersebut akan tetapi dengan cara yang terbaik.
.
Ingatlah kata Imam As-Syafi’i,

��“Dirimu seluruhnya adalah kekurangan…!!”.
Jika orang lain ingin mencari kesalahanmu maka seluruh bagian tubuhmu bisa menjadi bahan celaan…songkokmu…kaca matamu…cara jalanmu…wajahmu...tubuhmu...semuanya bisa jadi bahan celaan..!!
.
TAPI…
.
��Ini bukan berarti kita meninggalkan nasehat…bahkan menasehati kesalahan-kesalahan merupakan kewajiban…
akan tetapi janganlah terlalu detail dan bersikap “mencari-cari”, akan tetapi kesalahan yang jelas nyata dan tersebar,

�� maka tegakkanlah nasehat sebagai pengamalan perintah Allaah dan RasulNya dalam ber-nahi mungkar !!!
.
Wallahu A’lam bi As-Showaab.

✏ Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Dosa yg lebih besar dari 1000x zina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah merusak hidupnya karna zina. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,“Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu ?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya. ” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil, Setelah anak itu lahir, langsung saya…….. cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya??? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya? ” Nabi Musa pun terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

“Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” tanyanya, ” Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”. Sambil terkaget Mendengar penjelasan ini, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat, sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa, dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat fardhu dengan istiqomah.

Masih BERANI MENIGGALKAN SHALAT ???

Berbakti pada orang tua

Rasulullaah pernah bersabda : “Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)

Makanan dan Minuman di Neraka

Mengerikan,Inilah Bentuk Makanan dan Minuman Para Penghuni Neraka - Dari judulnya saja,,kamu pasti sudah membayangkan,, bagaimana siksaan di neraka,mana lagi makanan dan minumannya itu sudah sangat extreme,,siksanya aja brutal,, bagaimana dengan makanan dan minumannya,, sudah pasti lebih cadas,,Ternyata Makanan, minuman, dan pakaian penduduk neraka telah dijelaskan dalam beberapa dalil di Al-Qur’an dan hadits. Surah Al-Ghasyiyah menjelaskan bahwa ketika seseorang masuk ke dalam neraka, maka ia tidak akan diberi makan kecuali dengan pohon berduri atau dhari’ dan makanan itu tidak akan menggemukkan apalagi menghilangkan rasa lapar.

Dalil makanan dan minuman penghuni neraka diperjelas dengan surah Ad-Dukhan mengenai apa itu Dhari’.

Tumbuhan ini akan bertambah besar dan pada saat itulah disebut dengan dhari’. Apabila dijadikan makanan, pohon itu akan menjadi makanan yang terburuk. Tanaman ini dijadikan sebagai hukuman bagi mereka yang masuk ke dalam neraka. Dhari’ tidak memiliki kenikmatan sama sekali bahkan jika dimakan akan terasa seperti meminum air atau minyak yang mendidih.

Selain itu, apa saja makanan dan minuman bagi penghuni neraka?

Seperti yang dikutip dalam blog KUMPULAN MISTERI Terdapat pohon zaqqum juga diterangkan akan diberikan pada mereka yang masuk zaqqum. Tanaman ini dijadikan sebagai siksaan bagi mereka dimana tumbuh dari bawah neraka jahanam. Bunganya berbentuk seperti kepala setan. Mereka akan memakan buah dari pohon zaqqum dan setelah itu mereka akan diberikan minum berupa air panas sehingga menyiksanya.

Zaqqum adalah seburuk-buruk makanan. Akarnya tertancap dari neraka jahanam, batangnya menyebar kemana-mana dan buahnya serupa dengan kepala setan yang sangat buruk. Meskipun kita belum pernah melihatnya, namun hal ini bertujuan agar kita dapat membayangkan bahwa pohon tersebut berbentuk jelek seperti amalan mereka di dunia. Meskipun buah ini memiliki rasa yang sangat menjijikan, penduduk neraka mengalami kelaparan yang sangat sehingga tidak ada pilihan lain bagi mereka.

Setelah makanan tersebut tertelan, buah ini akan menjadikan perut panas seperti air atau minyak yang mendidih. Oleh karena itu, mereka berebutan untuk mengambil minum yakni air mendidih. Namun hal ini tidak menghilangkan rasa dahaga karena di dalam air itu mengandung sejenis penyakit yang akan merobek-robek perutnya dan memotong ususnya.

Inilah makanan & minuman untuk para penghuni neraka lain yang akan diberikan bagi penghuni neraka adalah ghislin. Makanan ghislin berupa nanah dan darah yang menjijikan. Selain itu, terdapat minuman ghassaq, yakni air yang sangat dingin dan sangat panas. Namun ada yang berpendapat jika arti dari ghislin dan ghassaq adalah cairan yang keluar dari kulit penghuni neraka. Cairan ini bersifat busuk karena berasal dari darah, kulit, ataupun daging dari orang kafir yang membusuk di neraka.

Minuman yang akan diberikan adalah hamim.

Hamim adalah air yang mendidih sehingga jika mereka meminum air ini maka perut dan usus mereka akan terpotong-potong.

Sungguh sangat pedih adzab Allah di akhirat.Sebagai seorang muslim, hendaknya kita memperhatikan ancaman Allah ini. Allah telah menjelaskan bagaimana keadaan kita jika tidak mengikuti ajaran-Nya. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa apa yang akan kita lakukan akan mendapatkan imbalan yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sungguh Allah telah menyediakan tempat yang sesuai bagi umatnya sesuai dengan amal ibadahnya selama di dunia. Oleh karena itu, melakukan amal baik akan menyelamatkan kita dari pedihnya neraka jahanam.

Hormati orang tua seperti raja

Budi Harta Winata, Pengusaha baja
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat : "Jadikan Orang tuamu Raja, maka Rezekimu akan seperti Raja"

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang inipun bercerita bahwa orang-orang hebat & sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

Mereka menghormati, memuliakan, melayani & memprioritaskan orang tuanya. Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur: "Jangan perlakukan orang tua seperti pembantu, sudah tahu orang tua sudah melahirkan & membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, padahal kita sudah dewasa. Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja. Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

Walau suami istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya”
Dari diskusi itu, kamipun melakukan survey kecil-kecilan kepada beberapa orang. Kami bertanya anaknya berapa, siapa yang paling sukses, siapa yang paling susah?

TERNYATA jawabnya semua sama.
Anak-anak yang sukses adalah Anak yang memperlakukan Orang tuanya seperti Raja.

Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri & kurang perduli pada orang tuanya.

Tapi juga JANGAN mendekati orang tua untuk mendapatkan Hartanya.
Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja.

Buktikan & jangan hanya ada di angan-angan.
Beruntunglah bagi mereka yang masih memiliki org tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti.

Andai Al Qur'an bicara

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.
Dengan wudlu aku kau sentuh dalam keadaan suci.
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari.
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari.
Setelah usai engkaupun selalu mencintaiku mesra.

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan.
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpanya.

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.
Atau aku kau buat penagkal untuk menakuti hantu dan syetan.
Kini aku lebih banyak menyingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian.
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu.. pagi-pagi... surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu disurau..
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi.. engkau baca koran atau nonton berita TV.

Waktu senggang.. engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.. engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan..

Waktu berangkat beraktifitas pun kadang engkau lupa baca pembuka surah-surahku (basmalah).
Diperjalanan engkau lebih asik menikmati musik duniawi.
Dikomputermu pun kau puter musik favoritmu. Jarang sekali kau putar ayat-ayatku melantun.

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk.

Waktupun cepat berlalu..aku menjadi semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal ramadhan engkau membacaku kembali.
Itupun hanya beberapa lembar dariku.

Dengan suara dan lafadz yang tidak seperti dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah koran, TV, radio, komputer dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.
hanya dengan ayat-ayat alloh yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu.
Setiap saat berlalu.. berkurang jatah umurmu
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu.
Engkau bisa kembali kepada TuhanMu sewaktu-waktu.
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Apabila aku engkau baca selalu dan engkau hayati..
Dikuburmu nanti...
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri.
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu.
Dari perjalanan di alam akhirat.

Tapi Akulah "Quran" kitap sucimu.
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi.. bacalah kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci.
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Yang disampaikan oleh jibril kepada Muhammad Rosululloh.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...

Letakkan aku selalu dimejamu.
Agar engkau selalu senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhlah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku..
Setiap datangnya pagi dan sore hari..
Seperti dulu.. dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos...
Disurau kecil kampungmu yang damai.
Jangan aku engkau biarkan sendiri...
Dalam bisu dan sepi...
Maha benar Alloh, yang Maha Perkasa lagi Maha Biajaksana.

Love islam

Yang Tidak Hancur Saat Kiamat Datang

Saat mendengar kata hari kiamat, maka yang ada dibenak adalah sebuah kehancuran bumi dengan segala isinya, pada saat itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan segala yang hidup di dunia akan mati. Ketika sangkakala terompet) ditiupkan oleh Malaikat Israfil, maka seluruh semesta beserta isinya akan lenyap seketika. Bahkan malaikat Israfil yang akan meniupkan sangkakala itu pun akan binasa.

Meski terjadi kehancuran yang tidak bersisa, namun ada hal-hal yang dalam kekuasaan-Nya tetap utuh. Seperti yang diungkapkan Imam Al Barbahari “Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kehancurannya maka akan hancur, kecuali surga dan neraka, ‘Arsy, Al-Qalam dan Lauh Mahfuzh,”. Lantas benarkah pernyataan tersebut?

1. Surga dan Neraka
Jika sangkakala ditiupkan, ternyata ada yang tidak hancur, yakni Surga dan Neraka. Dalam hal ini Allah SWT telah menyatakan kekelan surga dan neraka dalam banyak ayat. Salah satunya dalam QS. Huud, 106-108 yang artinya

“Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud: 106-108)

Maksud dari ayat tersebut ialah tersirat bahwa surga dan neraka itu adalah kekall, tidak akan binasa serta tidak akan ditetapkan kematian kepada keduanya

2. ‘Arsy atau Singgasana Allah SWT
Selanjutnya yang tidak akan hancur adalah Arsy Allah SWT. Dimana Arsy ini adalah singgasana Allah SWT. Hal ini diungkapkan dalam firman-Nya yang berarti

“Dan mereka berkata"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” Dan engkau Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih  sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil  dan dikatakan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam .” (Q.S. Az-Zumar, 74-75)

Al ‘Arsy tidak termasuk dalam makhluk-makhluk yang diciptakan selama enam hari, dan tidak dibelah dan dipecah. Bahkan hadist-hadist yang mashur menegaskan apa yang ditunjukan Al-Qur’tentang ketidakpunahan Al’Arsy.

3. Kursi Milik Allah SWT
Selain singgasana Allah SWT, ada pula kursi milik Allah, seperti apa itu kursi Allah. Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang. (HR. Ibnu Hiban, No.361, Shahih).

Sesungguhnya kursi Allah tidak akan hancur sebagaimana halnya ‘Arsy berdasarkan ulama.

4. Lauh Mahfuzh
Jika singgasana Allah yaitu Arsy tidak akan hancur, maka sama halnya dengan Lauh Mahfuzh, dimana ini adalah kitab tempat Allah untuk menuliskan segala catatan alam semesta. Adapun nama lain Lauh Mahfuzh dalam Al-Qur’an yaitu Ummu Al-Kitab, sebagaimana yang telah dikatakan Allah yang artinya:

“Tiada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh)” (Q.S. An-Naml:75)

Maka dari itu Lauh Mahfuzh pun tidak akan hancur berdasarkan Ij’ma ulama

5. Qalam atau Pena
Qalam atau pena ternyata juga termasuk ciptaan Allah SWT yang tidak akan hancur ketika sangkakala ditiupkan. Menurut beberapa ulama, Qalam atau pena merupakan makhluk yang pertama diciptakan oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Sesungguhnya makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah! kemudia Al-Qalam berkata”Wahai Rabb ku, apa yang akan aku tulis? kemudian Allah berfirman, Tulislah ttakdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat” (HR. Abu Dawud, shahih).

6. Tulang Ekor
Selain itu, meskipun tiupan sangkakala itu dapat menghancurkan manusia, tapi ternyata sangkakala tidak bisa menghancurkan tulang ekor manusia.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR. Bukhari, No.4953)

7. Ruh
Dan yang terakhir adalah ruh. Ruh ini tidak akan hancur atau binasa saat sangkakala ditiupkan. Karena makhluk yang binasa disaat itu akan dicabut ruhnya dan meninggal dan kemudian Ruh ini dikembalikan ke jasadnya disaat hari kebangkitan. Hal ini disepakati ulama bahwa Ruh tidak akan hancur.

Beriman kepada hari kiamat memang diwajibkan, karena hal tersebut termasuk dalam Rukun Iman yang ke enam. Semoga informasi ini menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Allah menjawab Al Fatihah kita


Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."
■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
■ Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”
■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.
■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
.
Sahabat jika Artikel Ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
(HR. Muslim)

Pengetahuan Islam

CATATAN RINGKAS, apabila ditanya anak/cucu tentang Al-Quran: (tanya jawab)
S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah
S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz
S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J : 60 Hizb
S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J : 6236 Ayat
S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf
S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.
S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 14 Sajdah
S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi
S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.
S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.
S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.
S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam
S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.
S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.
S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.
S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.
S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.
S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas
S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk
S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Kahfi
S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255
S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.
S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.
S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.
S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah.

Doa Keturunan Yg Soleh


( رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ )

"Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."
(QS. Al-Anbiyâ' [21]: 89).

(رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ)

"Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih."
(QS. Ash-Shâffât [37]: 100)

( رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ )

"Ya Rabbku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
(QS. Ali 'Imran [3]: 38).

( رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا )

"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqân [25]: 74).

» Robbi laa tadzarnii fardan, wa anta khoirul waaritsiin.

» Robbi hab lii minash-shoolihiin.

» Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud-du'aa'.

» Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Mudah mudahan anak cucu keturunan kita dijadikan oleh ALLAH SWT menjadi anak yang sholeh dan sholihah .

Aamiin.

Rajin Ibadah tapi Masuk Neraka

RAJIN BERIBADAH TAPI MASUK NERAKA

Bagaimana mungkin orang yang rajin Sholat. Bukan cuma sholat Wajib dan sholat sunat rawatib. Tapi juga sholat Duha, Sholat Tahajjud, Sholat Safar, dsb. Rajin puasa. Bukan cuma Ramadhan, tapi Syawal, puasa tengah bulan, Senin-Kamis, bahkan Puasa Daud (sehari puasa sehari buka). Kemudian rajin bayar zakat dan sedekah.

Tapi di hari kiamat, ternyata pahalanya diambil Allah dan diberikan kepada orang2 yang dia zalimi. Orang2 yang dia katai. Orang2 yang dia hina. Dia pukul. Bahkan bunuh.

Saat pahalanya habis dan dosanya masih banyak karena dia menghina orang setiap hari. Memfitnah orang setiap hari, dsb, maka dosa orang2 yang dia zalimi ditimpakan ke dia.

Akhirnya meski amal ibadahnya banyak, bukannya masuk surga, malah masuk neraka. Mudah2an kita terhindar dari hal seperti itu.

أتَدْرُونَ ما المُفْلِسُ ؟ قالوا : المفْلسُ فينا من لا درهم له ولا متاع. قال : إن المفْلسَ مَنْ يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ، ويأتي قد شَتَمَ هذا ، وقذفَ هذا ، وأكل مال هذا ، وسفك دم هذا ، وضرب هذا ، فيُعطَى هذا من حسناته ، وهذا من حسناته ، فإن فَنيَتْ حَسَناتُهُ قبل أن يُقْضى ما عليه ، أُخِذَ من خطايهم فطُرِحَتْ عليه ، ثم يُطْرَحُ في النار
Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

Jangankan menzalimi orang. Sekedar ghibah/membicarakan aib/keburukan orang saja meski benar, dosanya seperti memakan mayat saudaranya sendiri:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]

Di satu hadits seorang sahabat berkata, “Tapi ini benar ya Rasul”

Kata Nabi, “Kalau benar, itu namanya Ghibah/Menggunjing. Kalau tidak benar, namanya FITNAH. Dosanya lebih besar lagi”.

Jangankan Ghibah atau ngomongin orang. Sekedar Zhon/Menduga saja sudah dosa:

Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh. (HR. Bukhari)

Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)

Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)

Barangsiapa mengintai-ngintai (menyelidiki) keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam rumahnya. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad)

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

“Kebanyakan hal yang memasukkan manusia ke dalam surga adalah taqwa kepada Allah dan ahlak yang baik, dan kebanyakan hal yang memasukkan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan”. [HR Tirmidzi].

“Orang yang menutupi aib orang lain di dunia, niscaya Allah akan menutup aibnya kelak di hari kiamat.” [HR Muslim].

Rasulullah SAW bersabda: “Sibuk mencari keburukan atau aib orang lain adalah salah satu dari 6 perkara yang bisa merusak amal kebaikan, 5 perkara lainnya adalah keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit mempunyai rasa malu, panjang khayalan dan kedzaliman yang tidak pernah berhenti”. [HR Ad-Dailami].

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang mudah bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, serta penyebar fitnah”. [Al Qalam (68): 10-11].

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menghambur fitnah. [HR Hudzaifah].

Jadi ada baiknya kita tidak terlalu mengurusi amal ibadah orang lain. Tapi fokus pada diri kita. Dakwah dilakukan dengan cara yang baik dan hikmah. Jangan sampai lidah kita penuh dengan berbagai kata keji saat berdakwah.