Doa yang Tidak Akan Terkabul
"Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.
(QS. Al-Mu’min: 60)
Sahabat, Allah adalah Maha Kuasa, yang mengabulkan setiap doa. Bagi Allah, tidak ada kesulitan apapun untuk mengabulkan setiap doa. Akan tetapi, tetap saja ada beberapa doa yang tidak akan dikabulkannya.
Sudah pasti ada penyebab mengapa Allah tidak mengabulkan doa hambaNya. Mari kita bahas satu per satu penyebab beberapa doa tidak mendapat pengabulan:
1. Allah mengetahui doa tersebut tidak baik akibatnya jika dikabulkan, sehingga Allah menunda untuk simpanan akhirat atau menghilangkan keburukan yang setara dengan permohonan doa tersebut
"Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya." (HR Ahmad)
Karena bagaimanapun, Allah Maha Mengetahui yang ghaib. Barangkali kita berpikir sesuatu itu baik untuk kita, tapi Allah tahu dengan pasti bahwa sesuatu itu justru buruk untuk kita, sehingga karena kasih sayangNya, ia tak mengabulkan doa kita tersebut.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah: 216)
Contoh sederhana, seseorang yang berdoa agar didekatkan dengan seorang gadis, bahkan memohon pada Allah agar disatukan dalam pernikahan, ia berpikir gadis itu akan membahagiakan dirinya dunia akhirat.
Namun pengetahuan Allah tentu saja di atas pengetahuan manusia. Allah tahu bahwa gadis tersebut justru akan membuat pria tersebut celaka dunia dan akhirat, oleh sebab itulah Allah tak mengabulkan doanya untuk bersama sang gadis. Sangat mungkin Allah mengganti pengabulan doa pria tersebut dengan menghilangkan keburukan pada hidup pria itu, atau menunda pengabulan doa tersebut untuk simpanan kebaikan pria itu di akhirat.
2. Allah tidak 'mendengarkan' doa seseorang yang tidak ikhlas
"Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya’ dan main-main, tetapi Allah menerima orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya”. (Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 2/65 No. 606. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad No. 473).
Apa yang dimaksud dengan sum'ah? Sum'ah adalah memperdengarkan amalan-amalan kebaikan kita di hadapan manusia, bedanya dengan riya'... Sum'ah ada yang bernilai baik jika dilakukan untuk mendapat keridhoan Allah, namun ada pula yang buruk jika Niatnya hanya untuk mendapat pujian atau keduniawian semata.
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani mengetengahkan pendapat Izzudin bin Abdussalam yang membedakan antara riya dan sum’ah. Bahwa riya adalah sikap seseorang yang beramal bukan untuk Allah; sedangkan sum’ah adalah sikap seseorang yang menyembunyikan amalnya untuk Allah, namun ia bicarakan hal tersebut kepada manusia. Sehingga, menurut beliau semua riya' itu tercela, sedangkan sum’ah adalah amal terpuji jika ia melakukannya karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya, dan tercela jika dia sekadar membicarakan amalnya di hadapan manusia.
3. Memohon sesuatu yang berdosa, atau memutuskan silaturahim dengan keluarga dan kerabat
Misalnya saja ada seorang laki-laki yang berdoa agar ia bisa berzina, atau bisa minum minuman keras, atau bisa memiliki tato di tubuhnya, atau bisa melakukan kemaksiatan lainnya, bagaimana mungkin Allah mengabulkan doanya tersebut sedangkan setiap kemaksiatan dan hal yang berdosa sudah pasti membawa dampak buruk pada pelakunya?
“Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.” (Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478)
Demikian juga memutuskan hubungan kekerabatan, tidak mungkin Allah mengabulkan doa yang seperti ini. Kalau Allah mengabulkannya, ini pertanda Allah tak menghiraukan diri kita.
4. Berdoa namun tetap memakan uang haram
Berhati-hatilah dengan pekerjaan haram, yang tentu saja menghasilkan uang haram, dari uang tersebut dibeli berbagai makanan, minuman, serta pakaian, yang keseluruhannya juga bernilai haram. Maka bagaimanakah Allah bisa mengabulkan doa dari orang yang hidup dari hal yang dilarang Allah?
"Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan?” (HR. Muslim)
5. Doa yang tergesa-gesa
"Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan." (HR. Bukhari Muslim)
Jangan pernah tergesa-gesa dalam berdoa, karena sudah pasti tidak akan Allah kabulkan. Apa pertanda kita terburu-buru minta doa dikabulkan? Yakni ucapan sederhana, "Saya sudah berdoa, tapi belum juga dikabulkan!"
Ucapan tersebut harus diwaspadai, karena bisa jadi akibat ucapan tersebut Allah tidak berminat mengabulkan permohonan kita. Maka, jika memiliki keinginan, berdoalah dengan sabar hingga Allah mengabulkannya.
6. Doa dari hati yang lalai dan tidak memiliki keyakinan bahwa doa tersebut akan Allah kabulkan
“Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad)
Sahabat, semoga artikel ini bermanfaat untuk mengingatkan kita bahwa ada beberapa poin yang membuat beberapa doa takkan terkabul. Sekalipun Allah Maha kuasa mengabulkannya, namun Ia pun berhak untuk menolak untuk mengabulkannya. Wallahua’lam.